BENDAHARA YANG TIDAK JUJUR

BENDAHARA YANG TIDAK JUJUR

Fr Marianus Siriakus Ndolu O.Carm

(Lukas 16: 1- 8)

Yesus berkata: “Bendahara yang tidak jujur itu dipuji tuannya, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang “ (Luk 16:8). 

Pertanyaan yang muncul dalam benak kita barangkali berbunyi  begini: “bagaimana Yesus bisa memuji seorang bendahara yang korup?” Bagaimana mungkin seorang yang tidak jujur dipuji ?  Jadi yang memuji bendahara yang tidak jujur itu Yesus. Bukan orang kaya itu.

Yesus memuji bendahara  yang tidak jujur itu bukan karena bendahara itu mencuri atau korup. Yesus tidak memuji tindakan mencuri atau korup. Yang Yesus puji adalah spirit dari bendahara itu: ia tahu bagaimana mengkalkulasi situasi dengan baik. Ia tahu bagaimana mencermati dan melihat kondisinya dengan tepat.  Ya, ia tahu membaca situasi yang ia alami dengan tepat sehingga ia dapat menemukan jalan keluar dari situasi pekerjaannya yang sedang tidak baik-baik saja itu. Jadi intinya adalah: mencermati situasi dan menemukan jalan keluar dari situasi sulit. Inilah hal yang Yesus puji. Dan itulah spiritnya: cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Apa pesannya bagi kita yang hidup pada masa kini?  DISERMEN atau DISCRETIO SPIRITUUM! Kita diharapkan bisa melakukan disermen atau pembedaan roh atas situasi hidup kita . Kita hidup dalam suatu masa penuh gejolak dan persoalan. Disermen menjadi sebuah seni yang kita butuhkan agar kita bisa menemukan di tengah keruwetan itu hal baik yang harus kita tempuh. Melalui disermen kita dapat melihat persoalan dengan jelas dan menemukan jalan keluarnya.

Menurut pengalaman banyak orang, keheningan hati adalah kondisi yang mumpuni untuk melakukan disermen. Maka baiklah kita melatih diri untuk belajar hening agar oleh keheningan itu kita mampu menemukan jalan keluar dari kesulitan kita . Kita mampu mencardi cerdik seperti ular dan tulus sepereti merpati.

Comments are closed.
Translate »