Renungan berdasarkan Lukas 17:1-6
Fr Ignasius Joko Purnomo O.Carm
- Saudara-saudari terkasih. Sebuah pepatah Inggris mengatakan “To err is human – Melakukan kesalahan itu manusiawi.” Adalah sebuah keniscayaan bahwa dalam kehidupan ini, kita akan selalu berhadapan dengan situasi yang bisa membuat kita atau orang lain jatuh dalam dosa atau kesalahan.
- Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkata: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan. Tetapi celakalah orang yang menyebabkannya.” Penyesatan yang dimaksudkan Yesus adalah segala sesuatu yang bisa menjauhkan kita dari kehendak Tuhan, baik itu melalui tindakan kita sendiri maupun melalui godaan yang datang dari dunia sekitar.
Yesus tidak hanya menyatakan bahwa penyesatan pasti akan ada, tetapi juga memberikan tanggung jawab kepada murid-murid-Nya agar tidak menjadi batu sandungan bagi sesama. Para murid dipanggil bukan hanya untuk menjadi pelajar atau pengikut yang pasif, tetapi untuk benar-benar menjalani hidup yang mencerminkan kasih, kerendahan hati, dan pengampunan Allah. Mereka harus menyadari bahwa tindakan dan perkataan mereka dapat mempengaruhi iman dan kehidupan banyak orang.
- Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk hidup dengan hati-hati, menjaga kata dan tindakan kita, agar tidak menjadi alasan bagi orang lain untuk jatuh dalam dosa. Adalah menjadi batu sandungan, jika kita para murid Yesus, terlalu mudah menghakimi, penuh dengan kesombongan, pemarah dan kasar terhadap sesama. Adalah menjadi batu sandungan, jika kita sebagai murid-murid Yesus hidup dalam kemunafikan, egois, tidak memiliki kepedulian terhadap saudara-saudari kita yang lemah – miskin dan terlantar. Adalah menjadi batu sandungan, jika kita murid-murid Yesus tidak jujur, tidak bisa dipercaya, atau sering mengingkari janji; dan masih banyak lagi sikap hidup yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kristiani, yang bisa menjadikan kita batu sandungan bagi orang lain. Adalah menjadi batu sandungan bagi orang lain, jika kita sebagai murid-murid Yesus tidak hidup dalam kasih satu sama lain dan tidak memiliki semangat mengampuni, seberapapun sering orang melakukan kesalahan terhadap kita; sebab Tuhan telah begitu mengasihi kita yang nyata lewat mengampunan-Nya yang tiada batas.
- Saudara-saudari terkasih. Yesus ingin agar cara hidup kita sebagai murid-murid-Nya sungguh-sungguh dapat memberi teladan yang baik, yang mampu meneguhkan iman dan hidup lebih dekat dengan Tuhan, serta menjadi berkat bagi setiap orang yang ada di sekitar kita. Mari kita mohon, bimbingan dan penyertaan Tuhan senantiasa, agar hidup kita sungguh tidak menjadi batu sandungan bagi sesame; dan sebaliknya, dapat menjadi puji-pujian bagi kemuliaan nama-Nya. TuhanSemoga Tuhan memberkati kita semua.