Renungan berdasarkan Injil Lukas 17:26-37
Fr. Ignasius Joko Purnomo O.Carm
- Dalam kehidupan sehari-hari, kita dituntut untuk bekerja keras mencari nafkah supaya dapat memenuhi berbagai kebutuhan hidup, sehingga kita dan keluarga kita dapat hidup dengan layak, dan dapat mengembangkan hidup yang adalah anugerah dari Tuhan ini dengan sebaik-baiknya. Akibatnya, tidak jarang tanpa kita sadari seluruh aktivitas hidup kita sepanjang hari tercurah untuk hanya memenuhi kebutuhan hidup tersebut; sebab memang ada sekian banyak tuntutan yang harus kita penuhi untuk dapat bertahan hidup. Itulah warna kehidupan manusia, terlebih di jaman modern ini
- Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan para murid-Nya tentang pentingnya berjaga-jaga dan tidak terlena / tenggelam dengan urusan dunia, dengan mengingatkan kembali peristiwa pada zaman Nuh dan Lot, di mana kehidupan manusia berjalan seperti biasa: mereka makan, minum, membeli, menjual, dan membangun. Namun, saat bencana datang, hanya mereka yang siap yang diselamatkan.
- Saudara-saudari terkasih, Sabd Tuhan hari ini mengajak kita semua untuk sungguh memperhatikan beberapa hal berikut ini:
- Kesiapsiagaan dan Keputusan yang Cepat
Yesus menggambarkan situasi di mana orang harus siap secara rohani untuk menerima kedatangan-Nya, tanpa terganggu oleh godaan duniawi atau keinginan untuk menyelamatkan harta benda. Ketika “Anak Manusia menyatakan diri” atau kedatangan Kristus tiba, kita diharapkan untuk sungguh fokus pada Tuhan, bukan pada hal-hal duniawi.
- Ketidak-melekatan pada Materi
Di dunia, kita seringkali terikat dengan kepemilikan materi, ambisi, atau kenyamanan. Namun, Yesus mengingatkan bahwa semua itu bersifat sementara. Pada hari Tuhan tiba, keterikatan pada barang-barang duniawi justru bisa menjadi beban yang menghalangi kita untuk siap menyambut-Nya. Yesus mengajak kita untuk tidak terikat pada hal-hal duniawi sehingga kita dapat menerima Yesus dengan hati yang bebas dan ikhlas.
- Pentingnya Menyerahkan Hidup kepada Tuhan
Yesus ingin agar murid-murid-Nya / kita semua menyadari dan memahami bahwa keselamatan sejati tidak tergantung pada upaya kita untuk menjaga harta duniawi, tetapi pada kesetiaan kita kepada Tuhan. Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya adalah langkah yang bijaksana, karena pada saat terakhir, hanya iman dan hubungan kita dengan Tuhan yang akan menyelamatkan.
- Peringatan agar Tidak Melihat ke Belakang
Yesus juga menyebutkan istri Lot yang menoleh ke belakang saat melarikan diri dari Sodom dan berubah menjadi tiang garam (Lukas 17:32). Yesus mengajak kita semua agar kita tidak tergoda untuk melihat kembali atau berpegang pada kehidupan lama yang penuh dengan hal-hal duniawi. Menoleh ke belakang atau tetap terikat dengan masa lalu bisa menghambat kita untuk maju dalam iman.
- Saudara-saudari terkasih, mari kita mohon rahmat kebijaksanaan Tuhan, agar kita dalam kesibukan kita dengan berbagai macam kegiatan yang harus kita kerjakan, kita juga tidak kehilangan perhatian akan hal-hal Rohani yang mengarahkan kita kepad kehidupan kekal, keselamatan abadi. Semoga kita senantiasa siap dan berjaga-jaga, bukan dalam kecemasan, tetapi dalam iman yang teguh dan kasih yang tulus kepada Tuhan dan sesama. Amin.