Renungan Hari Rabu 20 November 2024

Renungan Hari Rabu 20 November 2024

Fr Albertus Medyanto O.Carm


Dalam bacaan Injil hari ini, orang-orang yang berkumpul di sekitar Yesus percaya bahwa Kerajaan Allah dapat muncul kapan saja. Mereka mengira Yesus akan memberikan penjelasan lebih lanjut tentang Kerajaan Allah.
Justru Yesus menceritakan kisah lain kepada pendengarnya. Yesus mengisahkan seorang tuan bangsawan yang akan pergi diangkat sebagai raja. Sebelum berangkat, tuan bangsawan memanggil anggotanya dan memberikan Mina kepada mereka. Sekembalinya nanti, tuan bangsawan akan minta pertanggungjawaban kepada para anggotanya.
Setelah tuan bangsawan itu diangkat sebagai raja, kembalilah ia ke tempat asalnya dan meminta pertanggungjawaban atas Mina yg diberikan kepada mereka. Orang pertama dan kedua yang dipanggilnya dapat mengembangkan Mina tersebut menjadi berlipat ganda. Mereka bekerja dengan baik dan memberikan hasil yg memuaskan bagi tuannya.
Tuan bangsawan memuji kecerdasan dan cara kerja anggotanya yang dapat berkreasi hingga uang Mina yang dikelola hasilnya bisa berlipat ganda. Pekerja keras yg ulet, cerdas dan cerdik menggunakan akal budi dan segenap tenaga. Orang-orang semacam itulah yang mendapat pujian tuan bangsawan.
Tuan bangsawan senang dgn hamba-hamba itu. Mereka mendapat kepercayaan lebih dari tuannya. Ada kesempatan mengelola sepuluh kota, lima kota dan seterusnya. Tentu saja kota itu memiliki segala sumber daya yang ada: manusia, alam, hukum, finansial dan sebagainya. Kini tugas mereka mengelola sumber daya yang lebih besar.

Di sisi lain, kita lihat dari orang berikutnya yang menghadap tuannya. Orang tersebut mengembalikan modal uang Mina yang diterimanya. Iya kembalikan semua uang Mina kepada tuannya. Iya merasa tuannya bertindak tidak adil, karena hanya memungut dari hasil kerja keras orang lain, bukan kerjanya sendiri. Itulah alasan yang diberikannya. Ada kemungkinan ia tidak mampu menggunakan akal budi dan tenaganya untuk mengembangkan segala potensi dan keterampilan yang ada padanya. Atau bahkan dia malas, lalu berdalih dengan alasan apapun.
Tuan bangsawan sangat marah mendengar pembelaan diri hambanya. Ia berkata:”Kepada setiap orang yang memiliki, akan diberikan lebih banyak lagi. Namun, dari orang yang tidak memiliki, bahkan apa yang dimilikinya akan diambil.” Orang tersebut tidak mampu mengelola diri dan hidupnya, tidak dapat berinovasi dan berkreasi dengan pemberian tuannya. Segala yang ada padanya diambil oleh tuannya.
Dalam realitas kehidupan kita sehari-hari, Tuhan memberikan kepada kita akal budi dan tenaga untuk dipakai dalam hidup.
Dengan akal budi, kita pakai untuk berpikir cerdas dan cerdik melihat segala peluang dan kesempatan. Dengan akal budi pula kita menyusun strategi agar dapat menghadapi tantangan dan hambatan.
Kita masing-masing menerima anugerah, kasih karunia, bakat, kemampuan, keterampilan ataupun talenta dari Tuhan.
Untuk apakah itu semua di tangan kita? Apakah hanya didiamkan saja? Apakah hanya untuk diri sendiri?
Tentunya Tuhan ingin agar anugerah, kasih karunia, bakat, kemampuan, keterampilan ataupun talenta digunakan dan dikembangkan berlipat ganda untuk kesejahteraan hidup bersama dan keselamatan banyak orang.
Satu per satu kita lipatgandakan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan. Perjuangan kita untuk perdamaian, keadilan, keutuhan ciptaan semesta alam tidak pernah berhenti selama masih ada perusakan alam, masih ada orang miskin di perkotaan, masih ada penindasan dari mayoritas terhadap minoritas atas nama suku, budaya agama, ras, antargolongan, ekonomi, pendidikan dan sebagainya.
Selamat berjuang. Kita bekerja segiat-giatnya bagi kemuliaan Tuhan Allah dan kesejahteraan umat manusia.

Comments are closed.
Translate »