Iman, kerendahan hati dan pertobatan
RP Hugo Susdiyanto O.Carm
Yes 2:1-2; Mat 8:5-11
Senin, 2 Desember 2024
Seorang Perwira Romawi datang kepada Tuhan Yesus untuk memohon kesembuhan bagi hambanya yang kemungkinan orang Yahudi, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” [Mat 8:6]. Tampak kepada kita perwira itu memperlihatkan sikap yang layak di hadapan Yesus. Tuhan Yesus tampanya telah melihat sikap iman perwira tersebut sehingga Ia menanggapi permohonannya dan berkenan datang ke rumahnya untuk menyembuhkan hambanya yang sedang sakit, sebagaimana dikatakan, “Aku akan datang menyembuhkannya.” [Mat 8:7]. Sungguh aneh, sebab Ketika mendengar jawaba Tuhan Yesus, si perwira itu justru merasa tidak layak menerima Yesus di rumahnya. Sebaliknya ia hanya meminta agar Tuhan Yesus mengatakan “sepatah kata saja” untuk kesembuhan hambanya tersebut. Sikap perwira itu mengajarkan kepada kita bahwa iman mengantar seseorang memiliki sikap rendah hati dan sikap tobat. Sikap iman, kerendahan hati dan pertobatan perwira hadapan Tuhan itulah yang kiranya membuat permohonannya berbuah, yakni kesembuhan hambanya.
Dari warta hari ini kita dapat merenungkan beberapa hala. Pertama, sikap atau perasaan tidak layak si perwira itu justru merupakan syarat kelayakan di hadapan Tuhan. Kenyataan ini mengajarkan kepada kita bahwa sudah selayaknya kita merasa diri rendah berhadapan dengan Tuhan yang maha kudus dan maha kuasa. Kita bukan apa-apa di hadapanNya. Semua kebaikan yang kita alami dalam hidup ini hanyalah semata-mata karena kebaikanNya. Siapakah kita sehingga berani menjadikan Tuhan Allah sebagai pembantu, yang harus melayani kita, mengabulkan setiap permohonan kita? Kedua, dalam diri perwira itu kita bisa melihat bahwa sikap rendah terkait erat dengan dengan kedalaman iman. Dengan kata lain, semakin beriman, seseorang akan semakin rendah hati, dan setiap orang yang rendah hati telah sedang menghayati imannya dalam kehidupan nyata. Semoga sikap iman, kerendahan hati dan pertobatan selalu ada dalam diri kita. Tuhan memberkati