STANDAR HIDUP BERIMAN

STANDAR HIDUP BERIMAN

Renungan, 05 Desember 2024

Matius 7:21.24-27

Oleh: Agustinus Suyadi, O.Carm

Injil hari ini sangat mengejutkan. Tak ada yang menyangka, mereka yang telah melakukan karya besar dalam hidupnya, justru dipandang sebagai kelompok para penjahat. Bagaimana mungkin, segala tindakan yang dilakukan demi nama Tuhan, ternyata tidak diperhitungkan Tuhan? Mari kita sejenak mencernanya dalam 3 poin kecil berikut:

(1) UNGKAPAN KATA

Orang beriman biasa berseru kepada Tuhan. Seruan itu bisa berarti doa, entah untuk mengagungkan nama-Nya entah untuk memohon pertolongan-Nya. Secara umum, seruan kepada Tuhan adalah bentuk ungkapan iman. Namun, Injil hari ini berkata lain. Tidak setiap seruan kepada Tuhan merupakan buah dari iman. Sebab, suara bisa lantang menyebut Tuhan, tetapi pola hidup tidak sejalan dengan kehendak Tuhan.  Maka, iman adalah totalitas kata, pikiran, kehendak, dan karya yang menggambarkan kerangka berpikir dan tindakan Tuhan.

(2) UNGKAPAN KARYA

Kejutan lain kita temukan: ternyata tidak setiap karya baik itu berujung surga. Bahkan, meski bisa dan biasa melakukan aneka mukjizat, penyembuhan, dan karya sosial demi nama Tuhan sekalipun, namun ternyata Tuhan tidak mengenalnya. Malahan, Tuhan menempatkan mereka sebagai golongan penjahat. Rupanya, melakukan kehendak Tuhan itu tidak diukur dari “aku” telah berbuat ini dan itu, tetapi semata-mata apa yang telah diperbuat Tuhan dalam hidupku. Melakukan kehendak Tuhan bukan alat untuk menagih janji keselamatan atau meminta imbalan atas jasa, melainkan sarana untuk pasrah total kepada Tuhan.

3) PONDASI IMAN

Pahala tidak bisa dihitung atas dasar kerja manusiawi. Hidup surga bukan sekadar imbalan atas perbuatan baik. Dalam konteks neraca, diperlukan kesadaran hakiki bahwa dosa manusia tidak bisa diseimbangkan dengan perbuatan baik manapaun, kecuali dengan belaskasih Tuhan semata. Maka, hidup beriman adalah gairah jiwa dan badan yang terus menerus tunduk mutlak pada kedaulatan Tuhan. Manusia hanya melakukan tugas kewajibannya, yang lainnya itu urusan Tuhan saja. Dengan kata lain, pondasi hidup beriman adalah hidup demi Tuhan tanpa motivasi apapun.

Comments are closed.
Translate »