“Berjalan dalam Terang: Persiapan Natal dengan Hati yang Terbuka”
Rm Yusuf DimasCaesario O.Carm
Dalam Injil hari ini, kita mendengar kidung pujian Zakharia. Zakharia, setelah lama tidak bisa berbicara karena tidak percaya kepada Tuhan, akhirnya membuka mulutnya untuk memuji Allah. Ia bersukacita karena Allah setia pada janji-Nya untuk mengirim seorang Penyelamat, dan anaknya, Yohanes, akan menjadi pembuka jalan bagi Mesias.
Lampu Natal yang Mati
Beberapa hari yang lalu saya memasang pohon Natal untuk ruang tamu wisma Uskup. Setelah susah payah memasang lampu Natal yang begitu panjang, saya menyalakannya. Ternyata ada satu lampu yang mati, dan membuat rangkaian lampu lainnya tidak menyala. saya pun frustrasi, memeriksa satu per satu lampu kecil itu sambil berpikir, “Mengapa hanya karena satu lampu, semuanya jadi mati?”
Kadang, hati kita seperti lampu yang mati itu. Ketika kita tertutup oleh keraguan, ketakutan, atau kekerasan hati, seluruh “rangkaian kehidupan” kita menjadi suram. Begitu pula Zakharia, ia kehilangan suaranya karena kurang percaya kepada Tuhan. Tetapi begitu ia kembali percaya, hidupnya “menyala” kembali, dan ia bisa menjadi terang bagi orang lain.
Saat Natal semakin dekat, Tuhan mengajak kita untuk menjadi seperti Yohanes Pembaptis: membuka jalan bagi Yesus di hati kita dan hati orang lain. Ini berarti menyalakan lampu-lampu kehidupan yang kadang padam, yakni lampu kasih, pengampunan, dan damai.
Namun, bagaimana jika kita merasa tidak layak? Ingatlah, Zakharia yang sempat tidak percaya saja dipakai Tuhan untuk memuji-Nya. Jadi, jangan takut jika kita merasa lemah. Natal adalah saat Tuhan mendatangi hati kita yang gelap dan menyalakan terang-Nya di sana.
Pertanyaan refleksi
Apa “lampu” dalam hidup saya yang mati dan perlu diperbaiki sebelum Natal?
Bagaimana saya bisa menjadi terang bagi keluarga, teman, atau orang lain?
Doa Singkat
Tuhan yang setia, terima kasih karena Engkau selalu setia pada janji-Mu. Tolong kami untuk mempersiapkan hati kami menyambut kedatangan Putra-Mu. Jadikan kami terang kecil yang menyala di tengah kegelapan dunia ini. Amin.
Semoga renungan ini membantu Anda menyambut Natal dengan sukacita!