Pesta Santo Stefanus, Martir
Kamis 26 Desember 2023
Rm Ignatius Adam Suncoko O.Carm
Matius 10:17-22
MENGHIDUPI KEMARTIRAN
Hari ini kita merayakan Pesta Santo Stefanus, di mana kita mengingat martir pertama gereja yang dengan penuh iman dan keberanian memberikan hidupnya demi Kristus. Bacaan Injil kita dari Matius 10:17-22 memberi kita gambaran yang jelas tentang tantangan dan penderitaan yang akan dihadapi oleh para pengikut Kristus, termasuk Santo Stefanus.
Dalam Injil ini, Yesus memperingatkan para murid-Nya bahwa mereka akan dibawa ke hadapan penguasa dan hakim, dihina, bahkan dianiaya karena nama-Nya. “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku,” demikian kata Yesus. Hal ini terjadi karena berita Injil yang dibawa oleh para murid menentang kekuasaan dan ketidakadilan yang ada di dunia, yang sering kali tidak dapat menerima kebenaran yang datang dari Allah.
Santo Stefanus adalah contoh nyata dari pesan ini. Ia adalah seorang yang penuh roh Kudus dan iman yang teguh, yang meskipun tahu akan penderitaan yang akan dialaminya, tetap setia kepada Kristus. Dalam kisah kemartirannya, Stefanus dihakimi karena berbicara tentang Kristus dan menentang dosa dan kemunafikan yang ada pada waktu itu. Pada akhirnya, ia dihukum mati dengan cara dirajam hingga mati, tetapi ia tetap memaafkan para penganiaya dan menyerahkan hidupnya kepada Allah.
Bacaan ini mengingatkan kita bahwa hidup sebagai pengikut Kristus tidak selalu mudah. Tantangan dan penderitaan akan datang, dan sering kali kita akan dipaksa untuk memilih antara kesetiaan kepada Tuhan atau menuruti kehendak dunia. Namun, seperti yang Yesus katakan, “Barangsiapa bertahan sampai akhir, ia akan selamat.” Santo Stefanus menunjukkan kepada kita bahwa meskipun penderitaan mungkin datang, setia kepada Kristus akan memberi kita hidup yang kekal.
Sebagai pengikut Kristus, kita diajak untuk berani mengambil sikap tegas dalam iman kita, tidak takut untuk berbicara kebenaran, dan tidak gentar menghadapi penganiayaan. Kita mungkin tidak akan dihadapkan pada ancaman kematian seperti Santo Stefanus, tetapi kita tetap diundang untuk menjadi saksi yang hidup bagi Kristus dalam setiap aspek kehidupan kita.
Marilah kita memohon kepada Tuhan agar diberikan kekuatan dan keberanian seperti Santo Stefanus, agar kita dapat tetap setia kepada-Nya dalam segala situasi, dan senantiasa menjadi saksi kasih-Nya yang tidak tergoyahkan. Semoga hidup kita menjadi cahaya yang menerangi dunia, membawa kebenaran dan kedamaian yang hanya dapat ditemukan dalam Kristus. Tuhan Memberkati.