PENTAHIRAN DIRI DAN HATI

PENTAHIRAN DIRI DAN HATI

Renungan, 16 Januari 2025

Markus 1:40-45

Oleh: Agustinus Suyadi, O.Carm

Pentahiran penyakit kusta menjadi tanda belas kasih Allah sungguh-sungguh nyata. Penyakit yang waktu itu dianggap kutukan, dilenyapkan-Nya. Kabar sukacita dialami manusia.

  • BELAS KASIH TUHAN

Ada tindakan yang luar biasa berani dari Yesus. Jangankan mengulurkan tangan, umumnya orang kusta harus berdiri jauh-jauh. Dia harus mengutuki dirinya, “Najis… najis…” (Im 13:45-46). Maka, betapa mengejutkan, Yesus berbelas kasih, mengulurkan tangan, menjamah orang kusta tersebut. Dari sini, Tuhan menunjukkan cinta-Nya yang luar biasa. 

  • PEMULIHAN ORANG KUSTA

Dalam Imamat 14:21-57, orang yang ditahirkan dari kusta mesti pergi kepada imam dan memersembahkan korban di bait Allah. Kesembuhan selalu berarti pemulihan ganda: lahir dan batin. Persembahan kepada Allah dimaksudkan, agar hati manusia dipulihkan dari luka dosa dan derita. Penghalang relasi dengan Allah telah dipotong oleh Yesus.

  • YESUS PENYELAMAT

Yesus melarang peristiwa itu disebarkan. Alasannya supaya tidak salah tafsir. Acapkali orang mencari-Nya sebatas orang sakti. Hanya saat membutuhkan, tapi melupakan belaskasih Allah. Yesus tak hanya menyembuhkan tapi menyelamatkan. Tindakan Yesus dalam kata dan kuasa, mesti menjadikan setiap manusia memandang Allah dengan cara baru: Allah berkenan dekat, menghapus dosa, dan Allah dan manusia satu dalam cinta yang tak terpisahkan.

Comments are closed.
Translate »