Jumat sesudah Penampakan

Jumat sesudah Penampakan

Fr. Gunawan Wibisono O.Carm


10 Januari 2025
1Yoh 5: 5-13 + Mzm 147 + Luk 5: 12-16

Lectio
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Meditatio
‘Aku mau, jadilah engkau tahir’. Jawaban Yesus kepada seseorang yang minta disembuhkan. Dia meminta, dan seketika itu juga di mendapatkan kesembuhan. Selama permohonan baik adanya, Tuhan akan selalu mengabulkan aneka doa permohonan, walau tak dapat disangkal, Dia ama lamban menjawabnya, sehingga kita menjadi kecewa. Namun mengapa orang kusta itu segera mendapatkan jawaban? Kembali kita hanya bisa mengatakan, bahwa semua itu adalah seturut kehendak sang Empunya kehidupan. Iman kepada Tuhan Allah mengandaikan kepasrahan pada sabda dan kehendakNya.
Tak dapat disangkal, orang yang disembuhkan tadi sepertinya hendak menceritakan kepada banyak orang tentang anugerah indah yang dikerjakan Yesus kepada dirinya. Walaupun Yesus sempat melarangnya, orang yang disembuhkan itu berkeras hati berbagi kepada banyak orang. Maka kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Apakah orang yang disembuhkan itu melawan kehendak Allah? Apakah dia pendosa baru?
Kalau berani kita sampaikan, bahwasannya Yesus mewartakan keberadaan diriNya dalam dan melalui kelemahan umatNya. Dalam kelemahan, setiap orang malah diminta untuk menyadari kehadiran sang Ilahi di tengah-tengah umatNya. Dalam kelemahan, setiap orang diajak untuk berani berkata-kata seperti Paulus, bahwa aku kuat (2Kor 12, 10); yang semuanya itu bisa terjadi, bila kita selalu bermegah dalam Yesus Kristus, sang Empunya kehidupan.

Oratio
Yesus Kristus, Engkau menyatkan kemuliaan dan keperkasaanMu dalam dalam aneka peristiwa yang menggelegar, melainkan dalam diri umatMu yang lemah, Engkau pun memberi kesempatan mereka untuk memuliakan namaMu. Syukur kepadaMu, ya Yesus. Amin.

Contemplatio
Datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.

Comments are closed.
Translate »