KEMBALI DENGAN MAKNA BARU

KEMBALI DENGAN MAKNA BARU

Rm Ignatius Adam Suncoko
Jumat 25 April 2025
Hari Jumat dalam Oktaf Paskah
Yohanes 21:1-14

Dalam bacaan Injil hari ini, kita menemukan para murid kembali ke pekerjaan mereka sebagai nelayan. Setelah Yesus memanggil para murid dan mereka mengikutinya, lalu mereka keluar dari profesi mereka. Yesus telah memanggil mereka untuk mengikuti Dia yakni ikut ambil bagian dalam pekerjaanNya untuk menarik semakin banyak orang ke dalam kerajaan Allah. Setelah Yesus disalibkan, tidak ada yang bisa dilakukan selain kembali dengan apa yang pernah mereka lakukan. Mereka kembali ke masa lalu mereka dengan makna baru.

Para murid kembali kepada rutinitas, kembali ke tempat mereka berada. Rupanya, Tuhan Yesus yang telah bangkit berdiri di tepi Danau Galilea untuk mengarahkan dan memperbarui panggilan yang telah Dia buat kepada mereka di Danau Galilea beberapa tahun sebelumnya. Yesus pertama kali, memanggil dan membangun komunitas dengan mereka di tempat itu (Galilea). Komunitas itu-pun hancur, karena para murid meninggalkannya pada saat sengsara dan kematian Yesus. Yesus yang bangkit mengundang mereka lagi dalam suasana dan kesadaran baru: “Marilah dan sarapanlah”. Yesus yang selama itu, bersama para murid terpisah akhirnya berjumpa lagi.

Kita sering tergoda untuk kembali ke tempat kita dulu, meskipun itu hanya dalam ingatan kita. Namun, Tuhan selalu memanggil kita; tidak cukup kembali begitu saja; tetapi kembali dengan makna dan hidup baru. Bahkan, ketika kita telah mengecewakanNya dalam berbagai cara, Yesus terus memanggil kita untuk memulai hidup baru dari awal.

Kita harus mau dan berani menebarkan jala kita ke arah yang berbeda. Hubungan kita dengan Tuhan Yesus selalu memiliki masa depan yang penuh harapan. Kita diundang untuk mengenali Tuhan di segala lini kehidupan, entah dalam pekerjaan kita, rutinitas, komunitas, dan lain-lain. Kita dipanggil dalam suasana dan hidup baru untuk mengikuti arah sebagaimana ditunjukkan Yesus kemanapun Dia memimpin kita. Mari kita kembali ke kehidupan kita apa adanya dengan makna dan hidup baru bahwa Yesus yang bangkit menyertai kita.

Demikian juga pengalaman keluarga yang pernah mengalami kebersamaan di tengah keluarga semasa hidupnya. Lewat Ekaristi dan Sabda Tuhan, kita kembali lagi ke masa lalu dan masa kini dalam kebersamaan dengan Yesus yang bangkit. Kita disegarkan kembali akan rahmat Kasih Allah yang juga sudah dinikmati dalam keluarga. Kasih Allah akan selalu membawa suka-cita dan kebahagiaan.

Orang hidup kadang “berkasus”
Jangan remehkan perubahan
Yuk hidup baru dalam Yesus
Buah-buahNya berkelimpahan.

Comments are closed.
Translate »