RENUNGAN 1 MEI 2025
Kis 5:27-33; Yoh 3:31-36 Santo Yosef pekerja
Hari ini kita berada pada masa Paskah dan hari pertama bulan Mei yang dipersembahkan kepada Bunda Maria sebagai Bulan Maria. Gereja Katolik masih dalam suasana dukacita karena Paus Fransiskus istirahat di keabadian dalam kasih bersama Allah dan para kudus. Hari ini pula kita bersyukur atas teladan hidup Santo Yosef pelindung setiap orang yang bekerja.
Berita Paskah adalah sukacita dan keberanian para murid menceritakan pengalaman hidup dan pengalaman iman tentang Yesus Kristus yang bangkit. Pribadi Yesus yang mereka alami secara langsung pada saat hidup bersama lewat kata-kata dan perbuatan-Nya. Kata-kata dan perbuatan Yesus baru terasa berdaya guna oleh para murid, setelah peristiwa kematian dan kebangkitan-Nya. Peristiwa kebangkitan menjadi titik tolak semangat baru bagi para murid untuk memberikan kesaksian kepada banyak orang Yahudi, hingga akhirnya meluas sampai ke Asia dan Eropa.
Petrus dan para rasul tidak gentar di hadapan Mahkamah Agama, ketika mereka diminta oleh Imam Besar untuk berhenti berbicara tentang Yesus. “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.” Itulah ungkapan kesaksian Petrus dan teman-temannya. Tidak ada ketakutan dalam diri Petrus dan teman-teman. Sebuah keberanian berkata-kata yang lahir dari pengalaman iman dan pengalaman hidup bersama Yesus.
Kita membutuhkan sikap berani seperti pada awal mula pewartaan kebangkitan Yesus. Tentu saja pada masa itu, pewartaan Yesus yang bangkit mengubah cara pikir dan tatanan hidup yang sudah terbentuk. Kehidupan yang mapan agak terganggu dengan semangat berkobar-kobar yang dibawa oleh Petus dan teman.
Rasul Petrus dan teman-temannya mendapat kekuatan dari mana? Yesus yang bangkit dan mencurahkan Roh Kudus bagi mereka itulah yang membuat berani. Berani keluar dari ketakutan dan putus asa, keluar dari zona nyaman dan mapan. Cara berpikir dan cara hidup para rasul pun berubah.
Dalam bacaan Injil hari ini kita merenungkan kesaksian Yohanes tentang pribadi Yesus, yang dapat semakin menambah iman dan kepercayaan kita akan Yesus Kristus, Putera Allah yang hidup.
Yesus datang dari sorga adalah Anak Tunggal Bapa yang menjadi manusia demi keselamatan manusia. Ia bangkit dan kembali ke sorga sambil membawa orang-orang yang percaya kepada-Nya. Yesus menggenapi janji keselamatan Allah Bapa. Yesus telah memberikan kesaksian tentang diri-Nya kepada para rasul yang setia. Para rasul yang setia boleh mengalami rahmat Roh Kudus yang berkelimpahan atas hidupnya.
Dunia membutuhkan kesaksian yang mendukung peradaban hidup, bukannya peradaban kematian. Dunia kita membutuhkan ornag-orang yang memberitakan perdamaian bukannya perang, saling bekerjasama bukannya berkompetisi untuk menjatuhkan. Kita adalah pribadi yang telah ditebus, merdeka dan bebas dari kuasa kejahatan dan dosa. Selayaknya kita ikut memberikan kesaksian tentang kehidupan baru bersama Yesus yang bangkit.
Marilah bersama Bunda Maria, kita tekun berdoa menantikan datangnya Roh Kudus pada hari Pentakosta. Bersama Bunda Maria, kita menjadi saksi kebangkitan dan kehidupan. Bersama Bunda Maria, kita berdoa agar para Kardinal dapat memilih Paus pengganti Rasul Petrus untuk mendampingi peziarahan iman umat Katolik di dunia ini sampai kepada Allah. Tuhan Yesus memberkati pergumulan Saudara Saudari dalam iman, harapan dan kasih. Semoga Santo Yosef mendoakan kita dari surga mulia (rm. Medyanto, o.carm)