Perempuan

Perempuan

Jumat, 28 Pebruari 2014
Bacaan I               : Yakobus 5: 9-12
Injil                         : Markus 10: 1-12

 

Perempuan
perempuanSaat ini bekembang trend dalam masyarakat Indonesia untuk menyebut kaum hawa sebagai perempuan dan bukan lagi wanita. Alasannya kaum feminis mengatakan bahwa kata wanita terkesan melemahkan harkat kaum hawa, sementara kata perempuan memberi kesan tangguh pada kaum hawa. Apakah benar demikian, wallahu alam, heaven knows. Terlepas dari hal ini hari ini Tuhan dalam Injil menhajak kita sekalian untuk merenungkan betapa Tuhan Yesus sungguh-sungguh menghargai harkat kaum hawa. Ia membela kaum perempuan dari penindasan yang dilakukan oleh kaum adam, (baca, laki-laki). Mengapa demikian? Karena dalam kebudayaan Yahudi pada masa itu, seorang perempuan bila telah menikah dengan seorang laki-laki maka ia dianggap sebagai milik si laki-laki dan disetarakan dengan harta bendanya, bahkan dengan binatang piaraannya. Jadi jika seorang laki-laki merasa tersinggung atau mulai bosan dengan istrinya ia memiliki hak untuk menceraikan istrinya dan mencari istri yang lain. Bahkan alasan-alasan sepele bisa menjadi alasan seorang laki-laki dapat menceraikan istrinya.
Melihat gejala yang tidak baik ini maka Yesus amat berang dan ia dengan seganap hati membela hak seorang perempuan agar mereka jangan sampai dismakan dengan harta milik ataupun binatang piaraan yang dapat diperlakukan sesuka hati. Maka bersama Gereja kita sekalian berdoa semoga perlakaun diskriminatif terhadap kaum hawa dapat segera diakhiri dan semoga segala bangsa di duia ini sungguh-sungguh menghargai peranan kaum hawa dalam masyarakat.

One thought on “Perempuan

  1. Setuju, romo Sulis. Kalau kaum adam tidak menghargai kaum hawa, artinya kaum adam tidak menghargai dirinya sendiri juga, karena kaum hawa diciptakan dari tulang rusuk kaum adam, bagian dari tubuh kaum adam sendiri. 😉

Comments are closed.

Comments are closed.
Translate »