“Belajar dari yang Kecil dan Sederhana”

“Belajar dari yang Kecil dan Sederhana”

Rm. Yusuf Dimas Caesario

Dalam Injil hari ini Yesus berdoa:

“Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena Engkau menyembunyikan semuanya itu bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau menyatakannya kepada orang kecil.” (Mat 11:25)

Sungguh luar biasa. Tuhan yang Mahabesar justru senang menyatakan rahasia-Nya kepada orang kecil, sederhana, rendah hati.

Yesus mengkritik kesombongan orang bijak dan pandai—bukan karena ilmu itu jelek, tapi karena hati mereka sering tertutup. Mereka merasa sudah tahu segalanya, tak butuh Tuhan.

Orang kecil bukan hanya orang miskin secara materi, tapi orang yang hatinya sederhana, terbuka, dan mau diajar. Tuhan tidak menolak yang pintar, tapi menolak yang sombong.
Tuhan tidak menolak yang pandai, tapi menolak yang merasa cukup tanpa Dia.

Yesus sendiri adalah gambaran terbaik kerendahan hati.

Dia berkata: “Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku. Tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepada-Nya Anak berkenan menyatakan-Nya.” (Mat 11:27)

Pengetahuan tentang Allah bukan hasil riset atau kepintaran, tapi anugerah. Hanya Yesus yang bisa membukakan pengenalan akan Allah kepada kita. Kita dipanggil untuk datang kepada-Nya dengan sikap anak-anak, percaya, terbuka, siap belajar.

Pernah saya bertanya kepada seorang anak kecil:

“Kamu tahu siapa Tuhan?”
Dia jawab polos: “Tuhan itu bosnya Yesus!”
Lucu memang, tapi di balik kepolosan itu ada pengakuan sederhana tentang relasi Bapa dan Anak.

Kadang anak-anak mengajarkan pada kita kesederhanaan iman yang kita lupakan.

Pertanyaan reflektif:

      Apakah aku punya hati yang terbuka seperti anak kecil di hadapan Allah?

Apakah aku sombong secara rohani—merasa tidak perlu diajar Tuhan?

Bagaimana aku bisa lebih rendah hati dalam hidup sehari-hari?

Doa singkat:

Tuhan Yesus, ajarilah aku memiliki hati yang sederhana, terbuka seperti anak kecil. Jauhkanlah aku dari kesombongan yang menolak kasih dan kebenaran-Mu. Bukalah mataku untuk mengenal Bapa melalui Dikau. Jadikanlah aku murid-Mu yang rendah hati dan setia. Amin.

Comments are closed.
Translate »