Jumat, 08 Agustus 2025
Matius 16:24-28
Oleh: Agustinus Suyadi, O.Carm
MENGIKUTI YESUS
Tuhan Yesus datang dari surga dan menjadi manusia. Realitas inkarnasi ini hendak menunjukkan kepada manusia, bahwa kita pun berasal dari surga dan mesti kembali ke surga. Bagaimana merintis jalan kembali? Satu-satunya cara adalah menjadi pengikut Yesus. Injil hari ini memberikan gagasan penting berkaitan.
[I] MENJADI MURID YESUS
Demikian gurunya, begitu pula muridnya. Yesus, Sang Guru telah melupakan diri-Nya sebagai Allah dan menjadi manusia. Ia melakukan semua itu dalam ketaatan kepada Bapa demi keselamatan dunia. Sebagai bukti komitmen cinta-Nya, Ia rela memikul salib untuk menanggung beban dosa manusia. Untuk itu, menjadi murid berarti mengikuti-Nya, agar menyerupai diri-Nya dalam pemikiran, perasaan, dan tindakan.
[II] PERBUATAN DAN PAHALA
Mengikuti Yesus, menyangkal diri, dan memikul salib adalah tindakan kehilangan nyawa. Para murid tidak berhak lagi atas dirinya sendiri. Seluruh hidupnya diserahkan total kepada Allah. Sebuah tindakan penuh pengurbanan yang berat. Namun, Yesus memberikan jaminan, justru dengan kehilangan nyawa, Tuhan akan memberikan nyawa. Bahkan, para murid tidak sekadar memeroleh hidupnya lagi, tetapi juga memiliki hidup Allah sendiri.
[III] INSPIRASI SANTO DOMINIKUS
St. Dominikus mendasarkan doa dan pelayanan pada kebenaran pengetahuan akal budi. Dalam setiap doa, hanya suara Allah yang dicari. Pun pula dalam pelayanan, wajah Allah yang ditemukan. Iman senantiasa direnungkan dalam alam pikiran, dibenamkan dalam hati, dan dikonfrontasikan dengan realitas, sehingga Allah dan kehendak-Nya menjadi muara dari seluruh pergulatan hidup. Maka, perbuatan bukan semata-mata tindakan manusiawi, tetapi dorongan kehendak Ilahi.