Tidak Ada yang Terlupakan

Tidak Ada yang Terlupakan

Rm Agung Wahyudianto O.Carm

Matius 18:12–14 | Advent & Bencana Alam di Sumatra

Di tengah berita tentang bencana alam yang kembali melanda saudara-saudari kita di Sumatra, Injil hari ini terasa sangat dekat. Mungkin bagi mereka yang kehilangan rumah, keluarga, atau rasa aman, pertanyaannya sederhana namun menusuk: “Apakah Allah masih peduli?”
Dan Injil menjawabnya dengan tegas: Ya. Bahkan jika hanya satu yang hilang, Ia akan mencarinya.

Yesus tidak memberi kita jawaban instan atas penderitaan. Tapi Ia memberi kepastian akan kehadiran. Seperti gembala yang meninggalkan sembilan puluh sembilan domba untuk mencari satu yang hilang, begitulah Allah—tidak bekerja secara statistik atau logika umum. Dalam cara-Nya yang tak terlihat, Ia hadir di tengah debu reruntuhan, di tengah peluh para relawan, dalam tangis dan dalam keheningan yang sunyi.

Advent adalah waktu penantian. Tapi bukan penantian pasif. Kita menantikan bukan hanya karena hari Natal akan datang, tapi karena kita percaya bahwa Tuhan sedang datang—terus-menerus, masuk ke tengah kekacauan hidup ini. Bahkan dalam penderitaan, kedatangan-Nya tidak tertunda.

Bagi sebagian orang, penderitaan adalah tanda bahwa mereka ditinggalkan. Tapi Injil hari ini justru membalik logika itu: yang sedang menderita justru sedang dicari. Yang terpinggirkan, terjatuh, atau tercerai dari hidup yang utuh—merekalah yang paling dekat dengan langkah gembala yang mencari.

Hari ini, mari kita tidak hanya berdoa untuk mereka yang terdampak bencana, tapi juga belajar dari hati Allah: tidak tenang ketika ada yang hilang, tidak tinggal diam ketika ada yang menderita, dan tidak menyerah sampai semua kembali dalam pelukan kasih.

“Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.” (Mat 18:14)

Comments are closed.
Translate »