“Dipanggil di Tengah Kesibukan”

“Dipanggil di Tengah Kesibukan”

Markus 1:14–20

Rm Yusuf Dimas Caesario

Salam Damai dalam Kristus Tuhan.

Para saudara yang terkasih,

Injil hari ini dibuka dengan situasi yang tidak ideal: Yohanes Pembaptis ditangkap. Secara manusiawi, ini saat yang tepat untuk menunda, menunggu, atau berhati-hati. Namun justru di saat itulah Yesus memulai pewartaan-Nya: “Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat.” Allah tidak menunggu keadaan sempurna untuk berkarya. Ia bekerja di tengah keterbatasan, bahkan krisis.

Lalu Yesus berjalan di sepanjang Danau Galilea dan memanggil orang-orang yang sangat biasa: para nelayan. Mereka tidak sedang berdoa di bait Allah, tidak pula mengikuti retret rohani. Mereka sedang bekerja, tangannya bau ikan, pikirannya mungkin sibuk dengan hasil tangkapan hari itu. Justru di sanalah panggilan itu datang.

Yang menggetarkan bukan hanya siapa yang dipanggil, tetapi bagaimana mereka menanggapi panggilan itu. Markus menulis dengan satu kata kunci yang kuat: seketika itu juga. Simon dan Andreas meninggalkan jala. Yakobus dan Yohanes bahkan meninggalkan ayah mereka di perahu. Tidak ada dialog panjang, tidak ada negosiasi, tidak ada jaminan masa depan. Yang ada hanyalah kepercayaan.

Yesus tidak menjanjikan kenyamanan. Ia berkata, “Aku akan menjadikan kamu penjala manusia.” Dari menangkap ikan menjadi “menangkap” hati manusia; dari mencari keuntungan menjadi menghadirkan kehidupan. Panggilan Yesus selalu mengubah arah hidup, bukan sekadar menambah aktivitas rohani.

Injil ini mengingatkan kita: panggilan Tuhan sering datang di tengah rutinitas, bukan di luar kehidupan sehari-hari. Masalahnya bukan apakah Tuhan memanggil, tetapi apakah kita cukup berani untuk “melepaskan jala” kita masing-masing—apa pun yang selama ini memberi rasa aman namun menghalangi langkah mengikuti-Nya.

Poin Refleksi

  • Di mana Tuhan sedang memanggilku hari ini?
  • Dalam tugas, relasi, komunitas, atau justru dalam kesulitan hidup?
  • Apa “jala” yang sulit aku lepaskan?
  • Kenyamanan, ego, luka lama, ambisi, atau rasa takut akan masa depan?
  • Apakah aku mengikuti Yesus dengan setengah hati atau dengan kepercayaan penuh?

Murid-murid dipanggil bukan untuk mengerti segalanya, tetapi untuk melangkah.

Doa Penutup

Tuhan Yesus,

Engkau memanggil kami bukan karena kami sempurna,

melainkan karena Engkau mengasihi.

Berilah kami hati yang peka mendengar panggilan-Mu

dan keberanian untuk melepaskan “jala” kami.

Ajarlah kami percaya, melangkah,

dan setia mengikuti Engkau setiap hari. Amin.

Comments are closed.
Translate »