Sabtu Pekan Biasa III
Rm Gunawan Wibisono O.Carm
31 Januari 2026
2Sam 12: 1-7 + Mzm 51 + Mrk 4: 35-41
Lectio
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”
Meditatio
Ketika badai menggoncang perahu dan hampir menenggelamkan, berserulah mereka kepada Yesus yang sedang tertidur: ‘Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?’. Kekuatiran memang wajar muncul dalam setiap orang. Kita dapat membayangkan kegelisahan para murid pada waktu itu. Namun memang sengajakah Yesus menidurkan diri dalam peristiwa ini? Kalau pun Yesus tertidur, mungkinkah mereka tenggelam bersama Yesus?
‘Diam! Tenanglah!’, tegur Yesus. Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Yesus berkuasa atas seluruh alam semesta. ‘Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?’, komentar para murid. Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?’. Pikiran kita memang berbeda dengan pikiran Tuhan. Dalam situasi segawat itu, para murid diminta tidak takut, harus tetap percaya.
Oratio
Yesus Kristus, Engkau benar-benar Penguasa atas hidup dan seluruh alam semsta ini. Apa pun yang Engkau serukan diamini oleh semua kepunyaanMu. Ajarilah kami juga selalu berani mengamini Engkau dalam segala keadaan diri kami. Amin.
Contemplatio
‘Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?’.