Terang yang Dipersembahkan

Terang yang Dipersembahkan

(Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah. Lukas 2:22-40)

Salam Damai dalam Kristus Tuhan.

Para Saudara yang terkasih,

Seringkali ada orang menyiapkan sesuatu dengan sangat matang, tetapi lupa pada tujuan akhirnya. Hadiah sudah dibungkus indah, biaya sudah besar, namun maknanya hilang karena tujuannya hanya ingin dilihat orang. Hal serupa bisa terjadi dalam hidup rohani, ketika perhatian kita lebih tertuju pada tampilan luar daripada penyerahan diri yang sejati. Injil hari ini mengajak kita kembali pada makna mempersembahkan diri kepada Allah.

Dalam Lukas 2:22–40, Maria dan Yosef membawa Yesus ke Bait Allah untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Mereka melakukannya dengan sederhana, sesuai hukum Taurat, tanpa kemegahan apa pun. Namun justru dalam kesederhanaan itu, Allah menyatakan karya-Nya yang besar. Simeon dan Hana melihat bahwa Anak ini adalah terang bagi bangsa-bangsa dan kemuliaan bagi umat Allah.

Yesus yang dipersembahkan bukan hanya memenuhi hukum, tetapi menyatakan ketaatan total kepada kehendak Bapa. Sejak awal hidup-Nya, Yesus menunjukkan bahwa hidup sejati adalah hidup yang diserahkan. Pedang nubuat Simeon menyingkapkan bahwa penyerahan ini tidak lepas dari penderitaan. Namun melalui penyerahan itulah keselamatan digenapi.

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah mengingatkan kita bahwa hidup beriman adalah panggilan untuk mempersembahkan diri. Kita dipanggil menjadi terang, bukan dengan kehebatan diri, melainkan dengan kesetiaan dan ketaatan. Dalam keseharian yang sederhana, Tuhan tetap berkarya secara besar. Persembahan diri yang tulus selalu berkenan bagi Tuhan.

Poin Refleksi

  • Apakah saya sungguh mempersembahkan hidup saya kepada Tuhan, atau hanya menjalankan kewajiban lahiriah?
  • Bagian hidup apa yang masih sulit saya serahkan kepada kehendak Allah?
  • Bagaimana saya dapat menjadi terang Kristus dalam keseharian saya?

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkau dipersembahkan kepada Bapa sebagai terang keselamatan. Ajarlah kami menyerahkan hidup kami dengan tulus dan setia. Jadikan kami terang-Mu di tengah dunia. Amin.

Rm Dimas Caesario

Malang, 2 Februari 2026

Comments are closed.
Translate »