Hati yang murni

Hati yang murni

RP Hugo Susdiyanto O.Carm

Markus 7:14-23

Rabu, 11 Februari 2026

Ada sebuah peribahasa, “Pikir itu pelita hati” artinya ‘menggunakan akal budi dan mempertimbangkan segala sesuatu dengan baik menjadikan seseorang lebih bijaksana’. Dalam hidup dan kehidupan ini sering kita jumpai kemasan makanan bertuliskan halal. Semua orang tahu bahwa produk yang memuat tulisan tersebut layak dan boleh dikonsumsi. Sebaliknya jika suatu produk tidak memuat tulisan tersebut berkonotasi sebagai makanan haram. Semua ketentuan tersebut tentu dilandasi dengan maksud dan tujuan yang baik. Namun jika kita refleksikan lebih mendalam hal tersebut tidak menyentuh bagian terpenting dalam diri manusia yaitu hati.

Dalam warta injil hari ini Tuhan Yesus menegaskan, “Tidak ada sesuatu pun dari luar seseorang yang masuk ke dalam dirinya dapat menajiskannya, melainkan hal-hal yang keluar dari dalam diri seseorang, itulah yang menajiskannya.” [Mark 7:15]. Dengan sabda tersebut Ia mengajak kita untuk memahami makna sejati dari kata “najis”. Bagi Yesus najis tidak terletak pada makanan atau minuman yang masuk ke dalam mulut, melainkan pada sesuatu yang keluar dari hati, “sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, dan kebebalan” [Mark 7:21-22]. Dengan kata lain, Tuhan Yesus mengajak kita untuk masuk lebih dalam ke lubuk terdalam dari hati kita. Ia mengajak kita untuk mengolah hati kita, sehingga hati kita menjadi hati yang bersih, suci, murni. Hati yang bersih adalah hati yang bebas dari iri hati, dendam, cemburu dan hal-hal negatif lainnya.

Yesus melalui karya keselamatan-Nya, menyediakan solusi bagi kenajisan hati manusia. Ia menguduskan kita melalui pencurahan darah-Nya di kayu salib. Sebagai seorang pengikut Kristus, telah dibaptis, kita perlu melihat hati kita dan bertanya  sudahkah kita menanggapi kasih Kristus dan menyucikan hati kita dengan bertobat? Pertobatan sejati menjadikan hati kita murni. Tobat sejati lahir dari iman, harapan dan kasih, bukan dari rasa takut akan hukuman.

Comments are closed.
Translate »