Hati yang terbuka

Hati yang terbuka

RP Hugo Susdiyanto O.Carm

Lukas 11:29-32

Rabu 25 Februari 2026

Dalam hidup dan kehidupan sehari-hari, kita bersinggungan dengan banyak tanda. Apa itu tanda? Tanda adalah sesuatu yang kelihatan, representasi dari maksud atau tujuan yang tidak kelihatan, misalnya penunjuk arah, lampu lalulintas, dan lain-lain. Siapa saja yang memahami serta mentaati perintah yang direpresentasikan melalui tanda-tanda tersebut, maka ia akan selamat.

Namun dalam warta hari ini Tuhan Yesus menegur dengan keras orang-orang yang meminta tanda, Orang-orang jaman ini adalah generasi yang jahat. Mereka meminta suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Yunus” [Luk 11:29]. Meminta tanda sebenarnya bukanlah tindakan yang jelek. Karena pada kenyataannya beberapa nabi juga minta tanda kepada Tuhan Gideon (Hak 6:36-40]; Musa [Kel 4:1-9]. Permintaan tanda menjadi tindakan buruk ketika disertai dengan unsur menguji, mencobai. Yesus menyebut generasi yang Ia hadapi sebagai generasi jahat karena meminta tanda (bukti) meskipun sudah menyaksikan banyak mukjizat. Tindakan gerenasi itu menunjukkan kedegilan hati mereka.

Yunus yang berada di dalam perut ikan selama 3 hari, menandakan Anak Manusia akan berada di dalam rahim bumi, dan bangkit pada hari ketiga. Karenanya jika mereka memahami peristiwa Yunus sebenarnya merupakan tanda atau bukti tertinggi. Sebab tanda tersebut merujuk pada kematian dan kebangkitan Yesus. Orang-orang Ninive membuka diri terhadap pewartaan atau peringatan Yunus dan bertobat, maka mereka selamat.

Jika Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Ninive, Yesus menjadi tanda nyata keselamatan Allah bagi setiap orang yang percaya. Dialah jalan, kebenaran dan kehidupan. Dialah yang diutus Allah ke dunia agar orang percaya kepadaNya dan beroleh hidup kekal. Di tengah zaman modern, era kecerdasan buatan ini, sebagai orang beriman, kita diajak untuk terus-menerus mengembangkan sikap percaya, membukan hati, menyerahkan diri kepada kehendak dan kemahakuasaan Allah. Jika kita sungguh percaya, berserah kepada Allah, maka kita akan menjadi  pribadi yang dapat dipercaya oleh sesama. Semoga kita semakin mengimani Yesus Kristus, agar kita dapat termasuk di dalam kawanan orang-orang yang percaya dan karenanya kita layak diselamatkan oleh Tuhan.

Comments are closed.
Translate »