KETEKUNAN DAN HATI BAPA YANG BAIK

KETEKUNAN DAN HATI BAPA YANG BAIK

Renungan Lubuk Hati
Hari Biasa Pekan Prapaskah I
Matius 7:7-12

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Pernahkah Anda merasa lelah berdoa? Kita sudah meminta, tapi rasanya tidak diberi. Kita sudah mencari, tapi rasanya tidak kunjung bertemu. Kita sudah mengetok pintu berkali-kali, tapi seolah-olah Tuhan sedang tidak ada di rumah.Dalam Injil hari ini, Yesus ingin meyakinkan kita tentang satu hal penting: Tuhan itu jauh lebih baik daripada manusia yang paling baik sekalipun.

Sebuah Cerita: Ayah dan Sepeda Kecil
Ada seorang anak kecil bernama Andi. Suatu hari, Andi merengek kepada ayahnya, “Ayah, aku mau pisau yang tajam itu! Aku mau main potong-potong kayu!” Ayahnya sayang kepada Andi, tapi ayahnya tidak memberikan pisau itu. Kenapa? Karena pisau itu berbahaya bagi Andi. Sebagai gantinya, ayahnya membelikan Andi sebuah sepeda kecil agar Andi bisa bermain dengan aman di halaman. Andi menangis karena dia merasa permintaannya ditolak. Dia berpikir ayahnya pelit. Namun, beberapa tahun kemudian setelah Andi besar, dia baru sadar: “Untung dulu Ayah tidak kasih pisau, kalau dikasih, mungkin jariku sudah putus.”

Apa Pelajaran bagi kita?
Seringkali kita bersikap seperti Andi. Kita meminta “pisau” kepada Tuhan karena menurut kita itu bagus. Tapi Tuhan, sebagai Bapa yang Mahatahu, melihat bahwa apa yang kita minta justru bisa melukai kita. Tuhan tidak selalu memberi apa yang kita inginkan, tetapi Dia selalu memberi apa yang kita butuhkan.

Minta, Cari, Ketok: Ini adalah kata kerja yang aktif. Artinya, doa bukan sekadar duduk diam, tapi sebuah usaha yang tekun. Jangan menyerah hanya karena satu kali doa belum terkabul. Hati Sang Bapa: Yesus berkata, “Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia minta roti?” Jika kita yang berdosa saja tahu memberikan yang baik kepada anak kita, apalagi Tuhan? Dia tidak akan memberikan “ular” (hal buruk) saat kita minta “ikan” (berkat).

Di akhir bacaan, Yesus menutup dengan kata-kata yang indah: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Ini adalah kunci. Jika kita ingin Tuhan murah hati kepada kita, kita pun harus murah hati dan penuh kasih kepada sesama selama masa Prapaskah ini.

Masa Prapaskah adalah waktu untuk membangun kembali kepercayaan kita kepada Tuhan. Jika saat ini Anda merasa doanya belum dijawab, jangan berhenti mengetok. Mungkin Tuhan tidak memberikan “pisau” yang Anda minta, tapi Dia sedang menyiapkan “sepeda” yang jauh lebih indah dan aman untuk Anda.
Percayalah, tangan Tuhan tidak pernah tertutup bagi anak-anak-Nya yang bersungguh-sungguh. Tuhan Memberkati. Amin.

RD. Ignasius Adam Suncoko
Imam Diosesan Keuskupan Malang

Comments are closed.
Translate ยป