Terhormat karena mengasihi
RP Hugo Susdiyanto O.Carm
Matius 20:17-28
Rabu 4 Maret 2026
Pada tahun 2000an ada sebuah tulisan di koran Surya, “Namanya Yesus! Sebagaian orang menyebut Dia Tuhan, sebagiaan menyebut-Nya Nabi, dan sebagaian lagi menyebutnya orang biasa. Apakah Dia Tuhan, nabi atau orang biasa tidaklah penting. Yang penting, jika Ibrahim rela mengorbankan anaknya, orang yang bernama Yesus rela mengorbankan diri-Nya. Sungguh sangat disayangkan, orang sekarang lebih suka mengorbankan orang lain daripada berkorban untuk orang lain”. [Sardjito]
Dalam warta hari ini, Yesus menyampaikan konsep Mesias yang berbeda dari pandangan orang Israel pada umumnya. Bagi mereka Mesias adalah sosok mulia, agung, dihormati, ditinggikan, dan akan menjadi raja dunia, pembebas dari penjajahan Romawi. Dengan kata lain, Mesias identik dengan kemuliaan dan kekuasaan. Kebenaran ini tampak pada diri ibu anak-anak Zebedeus yang meminta agar Yesus memberikan tempat bagi anak-anaknya di kanan dan kiri Yesus, jika kelak menjadi raja.
Yesus mengajarkan konsep yang benar kepada para pengikut-Nya. Bagi Yesus, Mesias datang untuk melayani, bukan untuk dilayani. Mesias harus menderita, mengorbankan diri-Nya, memberikan hidup-Nya bagi orang lain [Mat 20:25-28]. Dengan kata lain, bagi Yesus kebesaran, kehormatan seseorang tidak diukur dari pangkat, kedudukan, melainkan sejauh mana ia melayani dan menjadi hamba satu sama lain. Menjadi hamba berarti siap untuk selalu berkorban demi kepentingan dan kebaikan orang banyak.
Lilin menjadi berguna ketika sumbur dibakar dan leleh. Ilmu sungguh berguna bagi orang banyak ketika dibagikan, dan semakin dibagikan, semakin berdampak, bermanfaat, bukan berkurang. Sebagai murid Kristus, mari kita sungguh-sung mengikuti teladan yang telah dilakukan Yesus bagi orang banyak-anggota diri-Nya, mengorbankan hidup-Nya-agar orang-orang yang percaya kepada-Nya menerima hidup. Mari kita belajar berkorban, berbelarasa, berbagi dengan orang lain, dan bukan mngorbankan orang lain demi diri sendiri. Kita boleh yakin bahwa tempat di sebelah kiri dan kanan-Nya pasti diberikan kepada siapa saja yang mampu hidup seperti Dia: penuh kasih, suka melayani sesama, rela berkorban dan kerja keras tanpa pamrih bagi kebahagiaan orang banyak.