Melaksanakan Kehendak Allah

Melaksanakan Kehendak Allah

RP Hugo Susdiyanto O.Carm

Yohanes 5:17-30

Rabu, 18 Maret 2026

Kita pasti akrab dengan semboyan dalam Bahasa Latin, “ora et labora”, berdoalah dan bekerjalah. Keduanya harus berjalan seimbang, yang satu dilakukan, yang lain jangan diabaikan. Hari ini Tuhan Yesus menegaskan kepada orang – orang Yahudi: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”  Dengan penegasan tersebut, Yesus mau menyampaikan pesan kepada para pendengar-Nya bahwa Bapa-Nya tidak pernah istirahat dari pekerjaanNya.  Setiap saat Dia selalu bekerja, misalnya: menciptakan manusia baru; memberi daya hidup untuk setiap mahluk hidup; mendengarkan permohonan manusia; menyembuhkan orang sakit, dalan lain sebagainya.

Itulah sebabnya, meskipun hari sabat Yesus tetap bekerja menyembuhkan orang sakit. Sebab bagi-Nya hari sabat adalah untuk berbuat baik, menyelamatkan orang, dan bukan sebaliknya [bdk. Mark 3:4]. Akan tetapi bagi kebanyakan orang Yahudi di jaman Yesus memahami sabat secara aturan saja, di mana pada hari Sabat orang harus istirahat total tanpa kerja, termasuk tidak boleh melakukan pelayanan kasih. Bagi Yesus hal tersebut sama sekali tidak tepat. Sebab realitanya manusia butuh makan, minum, jika sakit butuh sembuh, dll. Karenanya,Yesus tetap menjalankan misi-Nya, kehendak Bapa-Nya setiap saat, sepanjang waktu. Kasih-Nya tidak bisa dihalangi oleh apapun dan siapapun. Hidup harian-Nya tertata dengan baik: pada pagi dan malam hari Dia selalu berkomunikasi dengan Bapa-Nya lewat doa, sedangkan pada siang hari Dia mengajar dan menyembuhkan orang sakit. Pekerjaan yang lebih besar atau lebih agung, sebagai Anak, Yesus akan menderita, wafat dan bangkit dengan mulia. Karena itu, Iapun akan menajdi hakim agung yang datang untuk mengadili orang yang hidup dan mati. Semua ini dilakukan-Nya karena kasih dan kuasa Bapa dalam Roh Kudus, sebagaimana ditegaskan St Paulus, ‘Segala lidah akan mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa’ (Flp 2:11).

Hidup kristiani menjadi sungguh bermakna ketika dijalani sebagai pelaksanaan kehendak Allah, yakni berusaha hidup di dalam dan karena Yesus Kristus serta mengalami kasih-Nya. Namun hidup dan kehidupan sebagai wujud melaksanakan “pekerjaan ALLAH” mungkin menakutkan bagi mereka yang dihinggapi rasa iri hati, cemburu dan berpikir sempit. Sebaliknya bagi orang beriman, mengamalkkan “pekerjaan ALLAH” itu membuat tenang, aman dan damai. Semoga kita ditemukan Allah sebagai pribadi-priobadi yang melaksankan kehendak-Nya!

Comments are closed.
Translate »