“Mencari Yesus… atau Mencari Roti?”

“Mencari Yesus… atau Mencari Roti?”

(Yohanes 6:22-29)

Para Saudara yang terkasih, Injil hari ini menceritakan orang banyak yang mencari Yesus setelah mukjizat penggandaan roti. Mereka menyeberang dan menemukan Yesus di Kapernaum. Lalu mereka bertanya, “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?”

Yesus tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Ia justru menyingkapkan sesuatu yang lebih dalam: “Kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, tetapi karena kamu telah makan roti itu dan menjadi kenyang.”

Dengan kata lain, mereka mencari Yesus bukan karena mereka sungguh memahami siapa Dia, tetapi karena mereka telah merasakan manfaat dari mukjizat-Nya. Mereka tertarik pada roti yang mengenyangkan perut, bukan pada makna tanda yang menunjuk kepada Yesus sebagai sumber hidup sejati. Yesus kemudian berkata, “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai hidup yang kekal.”

Dalam Injil Yohanes, kata-kata ini mengarah kepada Yesus sendiri yang kelak menyatakan diri sebagai Roti Hidup. Manusia memang membutuhkan makanan jasmani, tetapi hati manusia juga membutuhkan makanan rohani yang hanya dapat diberikan oleh Tuhan.

Ketika orang banyak bertanya, “Apakah yang harus kami perbuat supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?”, Yesus menjawab dengan sangat sederhana:
“Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu supaya kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

Iman kepada Kristus adalah dasar dari segala kehidupan rohani. Tanpa iman, bahkan mukjizat pun tidak membawa manusia kepada keselamatan.

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk memeriksa hati kita sendiri. Dalam hidup iman, kita kadang juga datang kepada Tuhan karena kebutuhan: ketika sakit, ketika ada masalah, atau ketika berharap mendapatkan pertolongan.

Tentu Tuhan tidak menolak doa-doa kita. Namun Ia mengundang kita untuk melangkah lebih dalam: mencari Dia bukan hanya karena berkat-Nya, tetapi karena Dia sendiri adalah sumber hidup kita.

Pertanyaan refleksi

  1. Ketika saya datang kepada Tuhan, apa yang sebenarnya saya cari: Tuhan sendiri atau hanya berkat-Nya?
  2. Apakah iman saya bertumbuh karena relasi dengan Kristus, atau hanya karena kebutuhan sesaat?
  3. Apakah saya memberi ruang bagi Tuhan untuk menjadi “makanan rohani” yang menguatkan hidup saya?

Doa

Tuhan Yesus,
Engkaulah Roti Hidup yang memberi kehidupan sejati.
Tolonglah aku untuk mencari Engkau
bukan hanya karena kebutuhan hidupku,
tetapi karena Engkaulah sumber keselamatan dan hidupku.

Amin.

RD Yusuf Dimas Caesario

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »