RENUNGAN: 24 MARET 2026
Rm. Ignasius Joko Purnomo
Yohanes 8:21-30
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Dalam Injil hari ini, kita mendengar kata-kata Yesus yang tegas: “Aku pergi dan kamu akan mencari Aku… kamu akan mati dalam dosamu… jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia.” Kata-kata ini mungkin terasa keras, tetapi sebenarnya merupakan ungkapan kasih Tuhan yang ingin menyelamatkan kita.
Hari ini kita merenungkan tiga hal penting: kesempatan yang terbatas, realitas dosa, dan pentingnya iman.
Pertama: Kesempatan yang Terbatas: “Aku pergi dan kamu akan mencari Aku”
Yesus mengingatkan bahwa akan ada saat di mana orang mencari Dia – tetapi sudah terlambat. Ini bukan karena Tuhan menjauh, tetapi karena manusia menunda. Sering kali kita berkata: “Nanti saja saya bertobat.” atau “Nanti kalau sudah siap.” Namun Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita: waktu rahmat itu terbatas. Agustinus dari Hippo pernah berkata: “Takutlah akan Yesus yang lewat.” Artinya, Yesus hadir dalam hidup kita – melalui Sabda, kesempatan bertobat, pengalaman hidup. Tetapi jika kita tidak menanggapi, kita bisa kehilangan saat rahmat itu. Saudara-saudari, Prapaskah adalah saat Tuhan “lewat” dalam hidup kita. Pertanyaan bagi kita: “Apakah kita akan membiarkan Dia lewat begitu saja?”
Kedua: Realitas Dosa: “Kamu akan mati dalam dosamu”
Yesus berbicara tentang kenyataan yang serius: dosa bisa membawa kematian rohani. Sering kali kita meremehkan dosa: “Ini hal kecil.” Atau “Semua orang juga melakukannya.” Tetapi dosa yang dibiarkan bisa: mengeraskan hati, menjauhkan kita dari Tuhan, dan akhirnya membuat kita tidak lagi peka. Alfonsus Maria de Liguori mengingatkan: “Allah selalu siap mengampuni, tetapi tidak selalu manusia siap bertobat.” Masalahnya bukan pada Tuhan, sebab Tuhan selalu mengampuni.
Masalahnya adalah hati kita yang menunda dan menutup diri. Dan Yohanes Krisostomus berkata dengan sangat tajam: “Tidak ada yang lebih dingin daripada seorang Kristen yang tidak peduli akan keselamatannya sendiri.” Inilah bahaya terbesar: bukan hanya berdosa, tetapi tidak lagi merasa perlu bertobat. Saudara-saudari, Prapaskah adalah saat untuk jujur: Dosa apa yang masih kita pelihara? Apa yang harus kita tinggalkan sekarang juga?
Ketiga: Iman sebagai Kunci: “Jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia”
Yesus menegaskan bahwa keselamatan datang melalui iman kepada-Nya. Bukan sekadar percaya secara teori, tetapi percaya dengan hidup: mempercayakan diri kepada-Nya, mengikuti kehendak-Nya, dan mengubah hidup kita. Iman bukan hanya di mulut, tetapi harus nyata dalam tindakan. Tanpa iman yang hidup, kita bisa: rajin ke gereja, tahu ajaran, tetapi hati tetap jauh dari Tuhan. Yesus mengundang kita hari ini untuk percaya bahwa Dia adalah Penyelamat, dan membiarkan iman itu mengubah hidup kita.
Penutup
Saudara-saudari terkasih,
Hari ini kita diingatkan oleh Tuhan dan para orang kudus: jangan menunda, karena seperti kata Santo Agustinus, kita harus waspada akan Tuhan yang “lewat”; dan jangan meremehkan dosa, karena seperti diingatkan Santo Alfonsus, bukan Tuhan yang berhenti mengampuni, tetapi kita yang berhenti bertobat; serta jangan menjadi dingin, karena seperti kata Santo Yohanes Krisostomus, tidak ada yang lebih menyedihkan daripada orang yang tidak peduli akan keselamatannya.
Maka marilah kita bertanya dalam hati: Apakah aku akan bertobat sekarang, atau menunggu sampai terlambat? Apakah aku sungguh meninggalkan dosaku?
Apakah aku benar-benar percaya kepada Yesus? Semoga Tuhan memberi kita rahmat untuk bertobat tanpa menunda, beriman dengan sungguh, dan hidup baru di dalam Dia.
Semoga Tuhan memberkati kita semua.