Roh Kudus Tidak Berisik, Tetapi Setia
(Injil Yohanes 15:26-16:4a)
Seorang bapak pernah bercerita tentang anak kecilnya yang takut tidur sendiri saat listrik padam. Setiap malam anak itu selalu berkata, “Ayah jangan pergi.”
Maka sang ayah duduk di dekat pintu kamar. Ia tidak banyak bicara. Kadang malah hanya diam sambil membaca buku. Tetapi anehnya, si anak bisa tidur nyenyak.
Suatu hari bapaknya bertanya, “Mengapa kamu bisa tenang padahal lampu mati?”
Anaknya menjawab sederhana, “Karena aku tahu Ayah ada di sini.”
Bukan suara ayahnya yang membuat tenang. Bukan juga penjelasan panjang. Kehadiran ayahnya itulah yang memberi keberanian.
Dalam Injil hari ini, Yesus tahu bahwa para murid akan menghadapi penolakan, kebencian, bahkan penganiayaan. Ia tidak menjanjikan hidup yang mudah. Yesus malah berkata terus terang bahwa akan ada orang-orang yang memusuhi mereka karena tidak mengenal Allah.
Tetapi menariknya, Yesus tidak meninggalkan murid-murid sendirian. Ia menjanjikan “Penolong”, yaitu Roh Kudus, yang akan menyertai dan menguatkan mereka.
Sering kali kita berharap Tuhan menyelesaikan semua masalah kita secara instan. Kita ingin badai langsung berhenti. Kita ingin orang yang membenci kita langsung berubah. Kita ingin hidup mulus tanpa luka. Tetapi Roh Kudus sering bekerja bukan dengan menghilangkan kesulitan, melainkan memberi kekuatan agar kita mampu bertahan di tengah kesulitan itu.
Kadang kita merasa Tuhan diam. Doa terasa biasa saja. Hidup tetap berat. Pelayanan melelahkan. Ada fitnah, ada kecewa, ada rasa tidak dihargai. Namun seperti anak kecil tadi, sebenarnya kita tidak berjalan sendirian. Roh Kudus hadir dengan cara yang tenang tetapi nyata.
Ia hadir dalam hati yang tetap mampu sabar meski disakiti.
Ia hadir dalam mulut yang masih bisa berkata baik saat emosi.
Ia hadir dalam langkah kecil untuk tetap setia datang misa, tetap melayani, tetap berdoa, walau hati sedang lelah.
Roh Kudus tidak selalu bekerja dengan hal-hal spektakuler. Kadang Ia hanya memberi satu hal sederhana: kekuatan untuk tetap bertahan dan tidak meninggalkan Tuhan.
Dan itu sudah mukjizat besar.
Pertanyaan Reflektif
- Apakah saya mudah merasa sendirian ketika menghadapi masalah atau penolakan?
- Dalam pengalaman apa saya pernah merasakan kekuatan Roh Kudus menopang hidup saya?
- Apakah saya masih setia mengikuti Tuhan bahkan ketika situasi tidak nyaman?
Doa Penutup
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak membiarkan kami berjalan sendiri. Utuslah Roh Kudus-Mu agar kami tetap kuat, setia, dan berani menjadi saksi-Mu di tengah dunia. Amin.
RD. Yusuf Dimas Caesario