Sabtu Pekan Biasa XV
Rm. Gunawan Wibisono O.Carm
18 Juli 2026
Mi 2: 1-5 + Mzm 10 + Mat 12: 14-21
Lectio
Pada waktu itu, keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”
Meditatio
Profil seseorang seringkali menjadi bahan pertimbangan sosial.
Bagaimana dengan profil Yesus? Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Ini profil yang disampaikan Tuhan Allah sendiri melalui nubuat Yesaya. Yesus bukan orang yang tebar pesona. Dia tidak ingin jadi public-figur.
Profil inilah yang memang dihayati oleh Yesus. Dia tidak mau bersuara, bahkan segala yang dilakukanNya tidak ingin diketahui banyak orang. Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. Inilah yang sering dilakukan Yesus, walau tak dapat disangkal kehadiran Yesus menjadi perhatian banyak orang; bukan saja mereka yang menyambutNya dengan antusias, melainkan juga yang melawanNya, khususnya orang-orang Farisi yang pada akhirnya bersekongkol untuk membunuh Dia.
Misteri penyelamatan Allah memang menggunakan konsep Allah sendiri, dan bukannya konsep kita manusia.
Oratio
Yesus Kristus, diutus Bapa di surge untuk menyelamatkan dan menghidupi kami. Ajarilah kami semakin hari semakin berani mendengarkan sabdaMu dan melaksakannya, sebab karena tidak mengerti konsep pemikiranMu seringkali kami ingin melarikan diri daripadaMu. Amin.
Contemplatio
Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.