Iman dan tugas
RP Hugo Susdiyanto O.Carm
Yoh 20:1.11-18
Pesta St. Maria Magdalena
Hari ini Gereja merayakan pesta St. Maria Magdalena. Dialah pribadi yang mencintai Tuhan Yesus dengan sepenuh hati. Setelah Yesus wafat, dialah yang pertama mencari-Nya dan terkejut karena batu penutup telah diambil dari kubur. Kebangkitan orang mati adalah sesuatu yang tidak mudah dipahami, tak terkecuali Maria Magdalena. Pada saat itu ia belum mengerti dan juga belum percaya bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Keadaan itulah yang menyebabkan dia sangat sedih. Kesedihan itu bahkan membuat Maria tidak mengenali Yesus, yang menjumpainya. Ia menduga Yesus yang telah adalah penunggu taman. Dalam dialog, Yesus membantu Maria Magdalena mengenali diri-Nya dengan memanggilnya, “Maria!”. Bagaikan orang yang tersadar dari lamunan, Maria mengenal kembali Yesus, Sang “Guru”.
Selanjutnya Yesus yang bangkit berkatanya, “Janganlah engkau memegang Aku terus, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu” [Yoh 20:17]. Yesus yang telah bangkit, telah mengenakan tubuh mulia, yang tidak terikat pada ruang dan waktu. Karenanya harus didekati secara baru, tidak bisa lagi secara fisik, sebagaimana ditegaskan-Nya “janganlah engkau memegang Aku terus”. Pelan tetapi pasti Maria Magdalena mengalami perkembangan iman yang luar biasa: dari belum mengerti dan belum percaya menjadi mengerti dan percaya sungguh. Pengertian dan kepercayaan Maria Magdalena tampak dalam ungkapannya,“Aku telah melihat Tuhan!” [Yoh 20:18].
Iman adalah tugas. Artinya iman tidak eksklusif, tidak untuk dimiliki dan dinikmati seorang diri, melainkan inklusif, merangkul dan mempengaruhi lebih banyak orang lain. Sebagaimana Maria Magdalena yang mendapat tugas mewartakan kepada para rasul, demikian pula kita yang telah percaya dan dibaptis ini, melalui cara kita masing-masing diundang untuk mengamalkan iman kita dalam kehidupan nyata. Sebab iman tanpa perbuatan adalah kosong, mati. Jangan biarkan iman kita mati. Jangan biarkan banyak orang tidak mengenal Yesus, yang melalui misteri sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya, banyak orang diselamatkan.