Identitas

Identitas

Bacaan: Yohanes 7:25-30

Engkau tahu aku dan dari mana aku berasal. Namun aku tak datang dari diriku sendiri. Tetapi Dia yang mengutus aku, yang kamu tidak tahu, adalah benar. Aku mengetahuinya sebab aku berasal dari Dia dan Dialah yang mengutus aku.

Kalau orang ditanya identitas dirinya, jawaban yang pertama muncul biasanya bereferensi pada asal dan kota tempat tinggal. Namun ketika anda bertanya, “siapa orang Amerika?” Kebanyakan orang di California akan mengacu pada multi etnis identitas sosial: siapa yang dimaksud? White American, Hispanic American, Asian American, atau yang lainnya.

Identitas pribadi menunjuk pada sekumpulan karakter orang yang membuat seseorang unik dan berbeda dari orang lain. Orang membahasakan identitas dengan berbagai cara: (1) “Saya mampu….”: kemampuan dalam bidang tertentu, kekuatan/kelemahan, talenta menjadi petunjuk identitas seseorang. (2) “Saya memiliki….”: kemampuan menghasilkan barang, punya harta milik juga dipakai orang untuk menunjukkan identitasnya. (3) “Saya suka…” : menunjuk pada sekelompok orang atau pribadi yang dikagumi sebagai tempat orang ingin mencontoh dan mengikuti jalan hidup mereka. (4) “Saya teringat….” :bereferensi pada pengalaman pribadi yang mempengarui dan membekas pada hidup seseorang menjadi tanda identitasnya juga.

Dalam kotbah hari Rabu Abu, Paus Fransiscus berkata bahwa dunia kapitalis kita  menghargai orang dan menilai identitas dari produktivitas kita. Orang berharga dan punya identitas di mata masyarakat kalau ia menghasilkan barang dan memiliki barang. Sedangkan orang yang tidak bias berproduksi lagi akan dibuang dan tersingkirkan. Orang merasa tak berharga ketika tidak memiliki sesuatu, merasa iri hati dan terus bersaing dengan orang lain saat tetangga memiliki barang yang lebih baik dari kita.

Bacaan Injil hari ini mengajarkan bahwa identitas dan nilai hidup kita dipandang Tuhan tidak dari luar, tapi dari dalam. Allah melihat apa yang ada di dalam hati, bukan dari penampilan. Mengenal Allah dan mengetahui bahwa Allah mengutus setiap dari kita untuk melakukan misi hidup di dunia menjadi jalan kita memahami siapa diri kita di dunia ini.

Semoga kita makin memahami diri kita sendiri, tujuan dan misi hidup kita yang diberikan Allah sejak kita terlahir di dunia.

Comments are closed.
Translate »