2 thoughts on “Berani memilih Kebenaran

  1. Yth Romo Fr. Aloysius Didik Setiyawan CM
    Terimakasih Romo atas renungannya “berani memilih”. Romo saya mau cerita mengenai kehidupanku tentang keberanian saya memilih. Saya seorang peneliti dalam bidang teknologi, sdh 32 tahun saya kerja banyak karya2 saya yg sdh dipublikasikan dan diterapkan, sampai mencapai “peneliti utama”, dimana jarang orang bisa mencapai tingkat itu , dan kesempatan kerja sampai umur 65 th, ttp saya umur 63 th saya memutuskan untuk pensiun. Meskipun saya punya bbrp karya tulis ilmiah dan buku2 (ada5 buku) yg sdh dicetak.
    Pensiun merupakan pilihan saya krn sdh tdk kuat dg tekanan dr atasan, dimana setiap ada proyek harus memberikan semacam upeti kpd atasan mulai pejabat eselon 2,3, 4 sehingga saya terpaksa berbuat curang yaitu untuk mendptkan uang tsb aku membuat perjalanan fiktif, belum yg lainya pembelian barang fiktif dll. Dengan hati yg berat penuh tertekan aku lakukan.
    Setelah saya pensiun hati terasa plong , hidup tanpa tekanan , krn saya masih bisa mengajar kesana kemari tanpa harus setor ke atasan/kantor. Tetapi resiko tetap ada , dengan uang pensiun yg hanya sedikit , tidak bisa mencukupi kebutuhan. Tetapi aku mendekat pd Tuhan dg setiap pagi mengikuti misa pagi, yg selama saya kerja gak pernah saya lakukan, dan sampai sekarang aku sering heran sendiri, krn meskipun saya tdk punya uang orang kan tidak tahu dan tetap tenang. Dengan demikian saya percaya bahwa menentukan pilihan dengan dilandasi kepercayaan dan dekat denga Tuhan Yesus akan memberikan ketenangan, apakah ini merupakan kemenangan?
    Puji Tuhan sampai sekarang saya tetap sehat, banyak saudara, kawan , Berkah Dalem Romo
    Terimakasih

  2. Trima kasih Ibu Sri Untari atas sharing yang sangat menyentuh. Ya saya katakan Ibu sudah menjadi pemenang, karena Ibu telah membuat pilihan sulit namun hasilnya membawa hidup lebih damai dan lebih dekat dengan Kristus. Ibu Untari telah mengalahkan godaan hidup dalam ketidakjujuran dan kini hati Ibu menjadi damai. Kebahagiaan tidak tergantung pada harta dan kedudukan, tetapi pada hati yang dekat dengan Tuhan. Proficiat. Tuhan memberkati.

Comments are closed.

Comments are closed.
Translate »