iman dan ketaatan

iman dan ketaatan

Dan. 3:14-20,24-25,28; Dan. 3:52,53,54,55,56; Yoh. 8:31-42

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.” Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.”
Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

 

Allah mengutus Putra tunggalNya, Yesus Kristus untuk membawa kerajaan Allah, kebenaran, sukacita dalam Roh Kudus kepada kita. Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari kesombongan dan hamba dosa. Dia datang untuk menyelamatkan kita dari jerat dan cengkraman setan neraka dan kekuasannya.   Hanya Yesus yang dapat membebaskan kita dan mendamaikan kita dengan Allah. Mengapa para pemuka agama menolak kehadiran Yesus yang membawa pembebasan, pengampunan dan kehidupan baru dalam kerajaan Allah? Meskipun Yesus membuat banyak tanda dan mujizat, para penguasa Yahudi tidak dapat menerima Yesus yang mengklaim berbicara dan bertindak atas  nama Bapa Surgawi. Mereka dibutakan oleh ide-ide yang keliru tentang Mesias yang akan mengembalikan Israel dan memerintah dunia ini. Dan Yesus menunjukan kepada mereka bagaimana setan telah memimpin mereka dalam pencobaan, baik itu menolak Dia sebagai mesias maupun berusaha membunuhNya.

Yesus menghadapi penolakan dan permusuhan dengan berani dan bertekad tetap melakukan kehendak BapaNya.  Dia memilih memikul salib demi menghancurkan pekerjaan satan dan menyelamatkan orang Yahudi dan bukan Yahudi melalui kurban penebusanNya bagi dosa-dosa dunia. Yesus menunjukan kepada kita jalan kepada kerajaan Allah melalui iman dan ketaatan akan sabda dan kehendak Allah dalam hidup kita.

Menjadi pengikut dan murid Yesus menuntut iman dan ketaatan – keduanya sama seperti dua sisi dari mata uang yang sama. Kata murid secara harafiah berarti “orang yang belajar dari guru dan mendengarkan suara guru”. dan kata ketaatan secara harafiah berarti mendengarkan dibawah dan berada dibawah orang yang memiliki kewenangan yang sah untuk mengajar dan memerintah apa yang adil dan benar” .

Dalam masa Prapaskah ini, bacaan injil mengajak kita untuk merenungkan diri kita, sejauh mana kita  menjadi pengikut dan murid Kristus yang beriman dan dan taat akan perintahNya. Tentu kita masih jauh dari sempurna, akan tetapi kita mari dengan semangat sebagai anak Allah dan dipimpin oleh Roh Kudus, kita berani memperbaharui semangat dan komitment kita untuk menjadi murid dan pengikut Kristus yang setia. Amin

Comments are closed.
Translate »