Hidup hanyalah diubah

Hidup hanyalah diubah

resurrection-morning-iis

Bacaan I: Kisah Para Rasul 2:36-41
Bacaan Injil: Yohanes 20: 11-18

Atambua, Oktober 1999, kamp pengungsi Timor Leste di Atambua-Timor Barat. Seorang laki-laki tengah baya menceritakan pada saya, kisah-kisah tragis yang mengiringi pemindahan paksa ratusan ribu orang Timor Timur ke Timor Barat yang ditandai pembakaran rumah-rumah penduduk dan perusakan fasilitas2 publik, paska referendum yang menjadi titik balik kemerdekaan Timor Leste. Konflik terjadi bahkan antar saudara kandung yang berbeda pendapat dan sikap politik. Suatu ketika terjadi, dalam pengaruh obat, seorang milisi pro-Indonesia membunuh saudaranya sendiri yang pro-kemerdekaan. Saat pengaruh obat menghilang dan kesadaran pulih, hatinya hancur remuk redam menyadari apa yang telah dilakukannya. Nasi telah menjadi bubur, dan nyawa saudaranya tak dapat ditarik kembali. “Ah…. Tetapi pada akhirnya, kematian itu bukan akhir segalanya… hidup hanyalah diubah, bukan dilenyapkan….,” ujar Sang Penutur kisah dengan mata menerawang, pedih namun penuh kemantapan pada iman kristianinya.

Paskah bukan sekedar kesimpulan yang melegakan dari rangkaian kisah sengsara. Paskah adalah Penciptaan kedua, awal komunitas Gereja, kelahiran cara baru hidup dan memahami kehidupan dalam terang kasih Ilahi. Bagi para pengikut Sang Jalan, berpegang dari apa yang telah dilewati Sang Guru, kematian bukan lagi hal yang menakutkan, bahkan tak jarang orang memeluk kemartirannya dengan penuh sukacita karena rindu segera memulai hidup yang diubah. Kepergian yang tragis sebagai korban konflik, kecelakaan, atau menderita sakit pun dipeluk dengan iman dan harapan: kasih tak pernah dikalahkan bahkan juga oleh penderitaan dan kematian. Hidup baru yang jauh lebih baik, menanti dimasuki untuk orang-orang yang percaya.

Jawaban Petrus atas pertanyaan orang-orang yang tersentuh pewartaannya: “Apa yang harus kami perbuat?”, menjadi awal penciptaan kedua, kelahiran baru dalam setiap pribadi yang mengikutiNya: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus” (Kis 2:38) . Lewat baptis, kita menggabungkan diri pada Kristus, Yang Terurapi, Adam baru yang membawa rahmat penciptaan baru. Lewat baptis, kita mendapatkan peta jalan keselamatan yang menuntun kita mendapatkan dan membagikan damai serta sukacita. Lewat baptis, setiap kali ada saudara kita yang mendahului kita, kita pun merayakan keyakinan iman kita yang menghibur dan menguatkan: hidup hanyalah diubah, bukan dilenyapkan.

Comments are closed.
Translate »