Presiden baru?

“Matikan tv saja karena bingung melihat hasil quick count yang berbeda!” kata bapak saya ketika di telepon saya tanya bagaimana hasil pemilu. “Sudahlah, tak mau ikut mikir!” kata adik saya juga. Hari-hari ini kita disuguhi sebuah drama politik yang menggambarkan bagaimana mentalitas para pemimpin di Indonesia yang tidak siap menerima kekalahan dalam pemilu.
Mari kita kaji secara logis dan matematis, tanpa embel-embel kepentingan politik. Ada 8 lembaga survey memenangkan Jokowi-JK: Litbang Kompas (52,34 persen), RRI (52,71 persen), SMRC (52,91 persen), CSIS-Cyrus (52,1 persen), LSI (53,37 persen), IPI (52,47 persen), Poltracking Institute (53,37 persen), dan Populi Center (50,95 persen).
Sementara itu, empat lembaga survei yang mengunggulkan Prabowo-Hatta yaitu Puskaptis (52,05 persen), JSI (50,14 persen), LSN (50,56 persen), dan IRC (51,11 persen).
Hasil mana yang akan anda percaya? Misalnya kita mengambil hasil dari RRI: kalau RRI berbohong berarti Radio Republik Indonesia selama ini adalah pembohong publik!
KIta prihatin karena masyarakat tidak mendapat akses penuh pada kebenaran. Data yang seharusnya bisa dihitung secara transparan, accountable, ternyata menyesatkan karena bisa dimanipulasi demi kepentingan tertentu. Dibalik angka itu ada tangan-tangan yang ingin menggiring opini publik kalau mereka tidak kalah dalam pemilu.
Akibatnya? kalau nanti tanggal 22 Juli KPU mengeluarkan keputusan final hasil pemilu, pihak yang kalah bisa saja mengajukan banding ke Komisi Judicial dan tak menerima hasilnya. Mereka bisa meminta penghitungan ulang atau pemilu ulang. Lalu kita harus menunggu sebulan lagi untuk menerima hasil terakhir dari Komisi Judicial.
Betapa sulitnya melahirkan pemimpin baik di Indonesia! Banyak musuhnya!
“Jangan matikan tv-nya!” kata saya. “Lihat terus, jadilah warga negara yang cerdas dan kritis, jangan mudah dibohongi oleh orang yang mengaku pemimpin, tapi sebenarnya pecundang.”
One thought on “Presiden baru?”
Betul Romo Antonius Galih Aryanto, masyarakat pada bingung dg adanya 2 kemenangan. Tapi bagi mereka kelompok akademisi, peneliti, senyum2 saja krn mereka tahu statistik, misalnya saja yg mudah, di kubu Prabowo ada yg jumlah prosentase lebih dari 100% ( 100,3%), apakah tim survey spt itu bisa dipercaya?.
Kemudian selisih angka antara JkwJk dg PH dr hasil survey PH, sekitar 1%, kalau menurut statiistik berarti +/- 1% hal ini menunjukan imbang ( draw). Sedangkan dr selisihnya 5%s/d 6%hasil itu jelas kubu JkwJk yg menang. Disamping itu surveyer dari JKwJk semuanya terdaftar di KPU dan sdh diakui kredibelitasnya. Tapi semuanya itu masih perlu doa dr semua rakyat Indonesia, agar diberi ketentraman dan kedamaian, agar yg terpilih presiden yg jujur, merakyat dan bermartabat. Romo kami mohon doa juga. GBU .
Comments are closed.