Mystery Cinta dan Kasih Karunia Tuhan melampaui kemampuan daya pikir manusia

Mystery Cinta dan Kasih Karunia Tuhan melampaui kemampuan daya pikir manusia

Hari Rabu, Minggu ke 20 Masa Biasa.
20 Agustus, 2014

Yehezekiel 34:1-11
Matius 20:1-16

Saudara-i sekalian,

Bacaan-bacaan hari ini menekankan bahwa apa yang kita pikirkan tidak selamanya sesuai dengan jalan dan kehendak Tuhan. Misalnya dalam bacaan injil hari ini, dengan sangat mudah kita akan merasa kasihan (empathy) dengan mereka yang datang bekerja pagi-pagi, kita pikir mereka akan bisa mendapat bayaran yang lebih. Tetapi, ternyata mereka sudah punya perjanjian akan menerima sebesar yang telah disepakati; Sementara di pihak lain kita melihat bahwa mereka yang bekerja hanya beberapa jam saja menerima sama besarnya dengan mereka yang telah bekerja sejak pagi. Kalau menurut pendapat kita, mereka yang telah bekerja sejak pagi itu perlu diberikan bonus. Wajar, kalau mereka yang telah bekerja sejak pagi itu “menggerutu”. Apakah ini yang dibilang “adil”?

Disini Yesus memberikan suatu pelajaran tentang Kerajaan Allah, suatu kerajaan dimana “Kemurahan Hati Tuhan dan Dasar Kebesaran KasihNya” tidak selamanya sesuai atau cocok dengan apa yang kita pikirkan dan kita harapkan. Seperti tuan kebun dalam perumpamaan yang Yesus berikan, menunjukkan bahwa Allah tidak pernah berlaku curang kepada siapapun. Karena dalam kenyataannya, kalau kita ambil waktu sejenak, merenungkan dan melihat kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita, seringkali membuat kita sadar bahwa sudah begitu banyak yang telah Tuhan berikan kepada kita dan itu sudah boleh kita katakan bahwa apa yang telah Tuhan berikan itu sudah tidak terhitung lagi. Pada saat kita mengalami kesulitan dalam hidup ini, atau dalam penderitaan sakit penyakit atau kita melihat pengalaman pada orang lain… tidak sedikit kitapun bisa mengatakan bahwa itu sungguh-sungguh suatu mukjizat. Ada beberapa teman di dalam komunitas kita yang telah sekian lama sakit, dan menurut pengalaman, latar belakang medis dan pengetahuan yang kita miliki kita sudah dapat mengatakan bahwa pasti orang itu akan sangat menderita karena sakit yang dideritanya itu sakiiiit sekali. Tetapi kenyataannya bisa lain sekali…teman kita yang sakit itu tidak menunjukkan bahwa ia kesakitan, kelihatannya selalu senyum…tidak menunjukkan rasa sakit sama sekali.

Saudara-i sekalian,

Apa yang dapat kita pelajari dari bacaan injil hari ini? Apa yang penting untuk kehidupan kita? Disamping kita boleh memahami perasaan dari mereka yang telah bekerja sejak pagi, sikap dan reaksi mereka terhadap situasi dan kenyataan yang mereka hadapi. Mereka yang telah bekerja sejak pagi itu perlu melihat kebaikan dan kasih setia Allah yang telah mereka terima sebagai suatu yang sudah pantas mereka terima. Sembari melihat betapa murah hatinya yang empunya kebun/tuan kebun kepada mereka yang datang kemudian. Dalam perspektip ini kiranya mereka kemudian dapat kembali ke rumahnya dengan penuh rasa syukur.

Sikap seperti inilah yang perlu kita gali untuk kita renungkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita perlu melihat kembali sikap macam apakah yang dapat saya terapkan dalam kehidupan dan pengalaman kehidupan saya sendiri? Karena dalam kehidupan ini ada banyak hal yang tetap merupakan suatu mystery, dan kalau kita menanggapi mystery itu suatu kebaikan dan kasih setiaNya, maka kita akan selalu berada dalam pelukan kasihNya.

Saudara-i sekalian,

Sungguh sangat menarik, bahwa hari ini Gereja merayakan pesta St. Bernard dari Clairvaux. Santu Bernard hidup pada abad keduabelas, pada masa yang berat dan banyak kesulitan. Penguasa Negara dan Gereja coba memanipulasi ketenarannya untuk kekudusannya yang pada akhirnya mereka sendiri bingung. Namun Santu Bernard tetap memusatkan perhatian dan pikirannya kepada injil, dan sebelum kematiannya ia berusaha menghentikan penganiayaan kepada kaum Yahudi di Eropah Tengah.

Meskipun St. Bernard mengalami banyak penderitaan pada masa hidupnya, dan sangat mungkin kita juga pernah mengalaminya dalam kehidupan kita masing-masing, jalan Tuhan selalu terbuka untuk kita sehingga kita tidak pernah mengalami kesendirian, kita selalu diselimuti dengan mystery cintaNya. Kita tidak perlu menyangkal rasa sakit dari apa yang kita derita/alami dalam kehidupan ini; yang paling penting bahwa kita akan selalu focus kepada mystery kasih Allah. Kasih Allah tak berkesudahan, Kerahiman dan PendampinganNya akan selalu menyertai perjalan kehidupan kita. Amin.

Comments are closed.
Translate ยป