Api yang tidak membakar
Bacaan Lukas 12:49-51
Yesus berkata, ÄKu datang untuk melempar api ke bumi, dan betapakah aku harapkan, api itu telah menyala! AKu harus menerima baptisan, dan betapa susahnya hatiku esbelum hal itu berlangsung. Kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kataku kepadamu, bukan damai melainkan pertentangan.”
Betapa emosional kata-kata Yesus di atas. Dia ingin membakar dunia dengan api. Bahkan api itu membawa pertentangan di antar para pengikutNya dan orang lain.
Dalam beberapa kisah Kitab Suci, api memang turun ke dunia dan memporak-porandakan manusia, bahkan menghancurkan dan membunuh. Kisah Sodom dan Gomora (Kej 19), api merusak kota dan seluruh penduduknya. Dalam salah satu tulah kepada orang Mesir, api membakar rumah orang Mesir. Api juga diminta nabi Elia membakar para pasukan raja Ahaz (2 Rj 1:9).
Namun Api juga memberi daya kehidupan, keberanian, dan mengobarkan hidup iman sampai orang berani berkurban demi mempertahankan kepercayaannya. Lidah api turun atas para murid saat Pantekosta (Kis 2). Roh Kudus dilambangkan dalam seperti tujuh lampu yang menyala (Wah 4:5).
Sabda Yesu hari ini menghubungkan api dengan baptisan yang diterimanya. Rahmat baptisan adalah penerimaan Roh Kudus yang dilambangkan dengan api yang berkobar. Inilah api yang membersihkan, menyemangati, dan menggairahkan hidup untuk menekuni iman. Api ini bukan merusak dan mematikan. Inilah api yang dikatakan oleh Yeremia 23:29, “bukankah kata-kataku seperti api” sabda Tuhan, dan seperti palu yang memecah batu berkeping-keping?”
Sabda Allah yang kita dengar setiap hari menyulut api yang menghangatkan bahkan bisa membakar nurani untuk berani berkorban demi iman yang diyakini.
Jangan biarkan sabda yang kita dengar tak berfungsi dan dibuang hilang, bagai api yang tak membakar!
