Persahabatan dalam Kristus
Dari riwayat hidup St. Martin de Pores ini boleh kita katakan bahwa ia telah mengukir hidupnya sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Kalau kita boleh bertanya: “Apakah pelayanan yang telah St. Martin de Pores lakukan mendapat pengakuan dari kalangan gereja dan negara?” Saya kira sudah tidak bisa diragukan lagi dengan jawaban “Ya”. Tetapi bukan tidak mungkin kalau masih ada orang lain yang menggerutu, yang tidak setuju atau tidak suka melihat orang lain bisa berbuat sesuatu yang baik untuk orang lain. St. Martin de Pores pun sering mendapat tantangan dari sesama saudaranya dalam biara… namun suara Yesus masih lebih keras memanggil Martin de Pores untuk melanjutkan apa yang telah Yesus lakukan seperti yang telah ditekankan juga ole St. Paulus dalam bacaan pertama kepada jemaat di Filipi…“hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih,satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga”. Semoga kita bisa belajar dari St. Martin de Pores untuk lebih menampilkan kebaikan dan kasih Allah dalam masyarakat atau umat Allah yang lagi menghadapi kesulitan karena perbedaan ras/warna kulit, dalam menanggulangi kemiskinan dan memperhatikan mereka yang tertindas. Selamat bermeditasi, Amin.