Mukjijat penyembuhan: antara “healing” dan “curing”

Mukjijat penyembuhan: antara “healing” dan “curing”

Mark 1:29-34

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Kata bahasa Inggris membedakan antara “healing” dan “curing”. Curing adalah usaha pengobatan untuk menghilangkan penyakit dalam badan seseorang. Kalau anda sakit flu, dokter akan memberi anda obat untuk menyembuhkan dan menghilangkan gejala flu itu: demam, batuk, atau pilek. Sedangkan kata healing berarti usaha membuat utuh hidup seseorang, ada keharmonisan antara badan, jiwa, pikiran, dan kehendak.

Contoh yang lain, dokter bisa saja memberi anda 45gm obat darah tinggi untuk mengontrol hipertensi. Namun kalau anda tak pernah bisa mengontrol mengelola stress, pola makan, menerapkan cara hidup sehat, punya kehendak untuk mengubah gaya hidup, obat itu hanya berguna sebagai “curing”, bukan bagian dari proses “healing”.

Penyembuhan dan keajaiban Yesus menyembuhkan sering diikuti dengan kata-katan pengampunan dosa. Orang Yahudi pada jamanNya percaya bahwa orang menjadi sakit karena salah satu akibat dari kedosaannya. Yesus membuat orang itu tidak hanya sembuh secara badaniah, tapi membuat orang kembali menjadi utuh, “whole”, dan menyatukan antara badan, jiwa, dan kehendaknya.

Kalau anda merasa sakit hari ini, mintalah pada Yesus kesembuhan dan kekuatan agar Dia sang Tabib memberi kesembuhan badan, juga jiwa, tidak hanya “curing” tapi membuat hidup kita kembali utuh, lepas dari rasa kecewa, sakit hati, kosong, dan hampa. Tapi diisi dengan kehendak untuk bahagia, positif thinking, hope, and love.

3 thoughts on “Mukjijat penyembuhan: antara “healing” dan “curing”

  1. Yth Fr Antonius Galih Aryanto.
    Saya membaca renungan tersebut diatas, saya mau sharing berdasarkan pengalaman dr teman sy drh Paulus Sudarminto, yg ibunya mempunyai kelainan jantung, dimana darah bersih selalu campur dg darah kotor krn jantung tidak ada sekatnya. Ini memang kelainan sejak beliau lahir, sehingga tergantung dg obat2an. Tetapai beliaua tekun minum obat dan berdoa dengan tekun, akhirnya suatu ketika saat habis komuni tersendak, kaget dan akhirnya diperiksakan ke dokter. Sangatlah mengejutkan karena saat itu jantungnya telah ada sekatnya , sehingga darahnya menjadi normal, dan samapai sekrang tetap sehat dengan umur 91 th. Hebat sekali memang Yesus memberikan keajaiban kepada semua yg percaya dan tekun berkomunikasi dengan Tuhan Yesus baik untuk memohon ampun/ pertobatan, juga kesembuhan . Inilah kehebatan Yesus. kesaksian ini saya pegang teguh dan sayapun ikut melaksanakannya, semoga penyakitku juga bisa sembuh total. Amin
    GBU
    Ibu MTh Sri Untari

  2. Dear Romo Galih, Dalam hidup saya berkali-kali saya melihat Mujizat kesembuhan dari berbagai ragam sakit dari berbagai orang,baik tua dan muda. Dan memang sungguh terjadi. Namun banyak orang pula yang tidak sadar bahwa mujizat itu terjadi karena iman orang itu dan yang kemurahan hati Tuhan kepadanya. Orang sering men Dewa kan para Healer, seolah-olah merekalah yang telah menyembuhkannya. Kita juga bisa sembuh dari sakit kita seperti cerita ibu Sri Untari tersebut. Kemuliaan kepada Allah Bapa,Putera dan Roh Kudus Sekarang dan sepanjang segala abad. Amin.

  3. Ibu Untari dan Pak Andi,

    Terima kasih atas sharing dan tanggapan yang membuat kita terus yakin dan berharap bahwa Tuhan Yesus selalu membuat berbagai mukjijat dalam kehidupan kita. Saya yakin kalau sharing anda semua memantapkan orang lain untuk terus mau percaya pada Dia.

Comments are closed.

Comments are closed.
Translate ยป