Tuhan menyembuhkan

Tuhan menyembuhkan

Ibrani 7:1-3, 15-17
Markus 3:1-6

Melihat tema renungan kita hari ini sangat boleh jadi andapun bertanya: “Kapan, dimana dan bagaimana peristiwa penyembuhan itu terjadi? Selama ini kita sering mendengar dan bahkan pernah menghadiri Misa Penyembuhan, Seminar tentang “penyembuhan” dan atau “penyembuhan yang dilakukan dalam dan melalui Persekutuan Doa dan lain sebagainya. Berita-berita tentang penyembuhan seperti itu membuat orang penasaran, ingin tahu, ingin lihat atau menyaksikan dan bagi yang sakit berusaha sedapat mungkin untuk hadir dalam peristiwa itu. Lebih lagi kalau kegiatan itu akan diberikan atau dipimpin oleh seseorang yang sudah sangat terkenal dan diketahui mempunyai charisma penyembuhan. Adapula sementara orang yang mau ikut ambil bagian secara langsung dalam proses penyembuhan seperti itu.
Saudara-i terkasih, pertanyaan kapan, dimana dan oleh siapa penyembuhan itu terjadi mengajak kita kembali melihat peristiwa penyembuhan yang terjadi seperti yang kita dengar dalam bacaan Injil hari ini.

Pertama, mari kita lihat bersama beberapa hal yang menjadi pokok renungan kita hari ini, berangkat dari peristiwa penyembuhan itu. “Pada hari Sabbath Yesus datang ke rumah ibadat. Di situ da seorang yang mati sebelah tangannya. Kaum Farisi yang hadir di rumah ibadat itu mengamati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Menghadapi sikap kaum Farisi itu, Yesus lalu bertanya: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang? Kaum Farisi tidak menjawab sepatah katapun. Setelah Yesus melakukan tindakan penyembuhan, kaum Farisi lalu mengadakan rencana untuk membunuh Yesus.”

Penyembuhan itu terjadi pada hari Sabbat; dilakukan oleh Yesus terhadap seseorang yang mati sebelah tangannya; dihadiri oleh kaum Farisi dengan motivasi yang tidak murni. Melalui mukjizat penyembuhan ini memberi kita kesempatan untuk merenung sembari bertanya seberapa kuat relasi kita dengan Yesus? Kita semua menyadari betapa kita sangat membutuhkan penyembuhan dari Tuhan. Pada waktu kita merasa sangat tertekan(depressed) bahkan putus asa, atau cemas dan gelisah tentang apa yang bakal terjadi dalam perjalanan hidup ini nanti? Kitapun lalu bertanya: apakah saya mampu menghadapi setiap persoalan dan tantangan demi tantangan dalam hidup ini? Rupanya kita perlu memiliki sikap dari orang yang mati sebelah tangannya dari cerita Injil hari ini, kita perlu mukjizat.

Kita tahu bahwa kekuasaan dan kebesaran serta kemahakuasaan Allah selalu hadir setiap saat, dan hari ini kita datang kepadaNya dalam sikap penyerahan secara total kepadaNya. Mukjizat yang terjadi dalam bacaan Injil hari ini begitu jelas bagi yang hadir, yang bisa dilihat dengan mata kepala sendiri; tetapi dalam kehidupan kita setiap hari ada juga mukjizat yang terjadi dan yang tidak kita sadari, yang tidak kita lihat. Kadangkala ada perubahan yang terjadi dalam diri dan kehidupan kita yang tidak sadari, tetapi kita rasakan ada sesuatu yang berubah. Misalnya kita menjadi sadar bahwa kita bisa menjadi lebih sabar, lebih mendalami dan menaruh kepercayaan/iman kepada Tuhan atau kita lebih khusuk kalau berdoa dan tidak hanya sebagai suatu yang routine. Seperti orang yang lumpuh sebelah tangan itu, kitapun bisa merasakan bahwa kelumpuhan rohani kita selama ini perlahan-lahan mengalami perubahan, mulai lebih hidup dan bahkan terjadi penyembuhan batiniah.

Satu hal lain lagi dari peristiwa itu bahwa setiap saat kitapun bisa menjadi alat penyembuhan dari Tuhan untuk orang lain. Misalnya, betapapun kita amat sangat sibuk, tetapi selalu bisa punya waktu untuk mendengarkan orang lain, menyalurkan kasih Tuhan kepada orang lain. Atau mungkin anda terlibat secara penuh dalam menyelesaikan konflik ataupun meredam kemarahan seseorang, dengan tenang menghadapinya, membantu orang lain memproseskan diri dan akhirnya bisa menemukan jalan keluar menyelesaikan persoalan yang dihadapi dan mengalami ketenangan serta kedamaian batin. Saudara-saudari terkasih, diluar sana masih ada banyak orang lain lagi yang benar-benar membutuhkan anda sebagai alat dan perpanjangan tangan kasih Tuhan.

Kekuasaan Tuhan dapat menyembuhkan hati kita yang sakit, kesakitan orang lain dan persoalan didalam keluarga ataupun dalam kehidupan komunitas. Hari ini, kita perlu mencari kesembuhan dalam dan dari Tuhan; menerima kekuatan rahmat Tuhan dalam perayaan Ekaristi, dan memulai hari baru ini dengan memberi kesaksian akan kehadiran Tuhan melalui hidup, sikap dan tingkahlaku hidup yang membawa kedamaian, kebahagiaan, dan ketenangan batin. Amin.

2 thoughts on “Tuhan menyembuhkan

  1. Trimakasih Pater…renungannya selalu mencerahkan..meneguhkan dan memberi harapan akan kasih setia Tuhan…mujizatNya selalu ada…”Selalu berharap padaNya”
    Tuhan itu pengasih dan penyayang…. CintaNya tak berubah…meski mnsia gampang berubah..

  2. Terima kasih Romo, dengan penjelasan di renungan hari ini, yang mana saya sering alami keterlibatan masalah2 didalam keluarga atau orang lain dengan mendamaikan itu sebagai penyembuhan (paragraph 5), dan sekarang saya mengerti dari renungan Romo ini, bahwa Tuhan memakai saya untuk meredakan konflik.

    Proficiat Romo!

Comments are closed.

Comments are closed.
Translate ยป