Markus 1:15
Pada hari ini dibacakan kisah mengenai perjalanan Yesus dan murid-muridnya di Genesaret di tepi barat daya danau Galilea. Di sekitar danau inilah Yesus mondar-mandir mewartakan datangnya Kerajaan Allah. Diceritakan juga bagaimana banyak orang begitu melihat Yesus datang berlabuh mereka mulai mengusung orang-orang sakit. Bahkan dikisahkan, kemana saja Yesus pergi, orang-orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada Yesus untuk diperkenankan hanya dengan menjamah jumbai jubahNya. Orang-orang sakit itu disembuhkan berkat penjamahan jubah Yesus.
Apa yang mendorong Yesus untuk memilih daerah sekitar danau Galilea ini sebagai medan pelayanan dan pewartaan mengenai kerajaan Allah, dengan sabdaNya yang terkenal, “Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” (Mrk 1:15)?
Penduduk di sekitar danau Galilea atau lebih tepat dikatakan penduduk daerah utara termasuk Nazareth, sering dipandang oleh penduduk dari daerah selatan-Yudea dengan Yerusalem sebagai pusatnya-sebagai orang-orang yang penghayatan imannya kurang mendalam. Tuduhan ini semakin diperburuk dengan adanya pengaruh kebudayaan Yunani yang masuk ke daerah utara. Namun tanah daerah sekitar Galilea itu relatif lebih subur dibanding daerah selatan. Maka ada orang-orang dari Selatan datang ke utara untuk mencoba mencari kehidupan yang lebih baik.
Santo Yusuf seperti kita ketahui juga berasal dari daerah selatan, ketika ia bersama Bunda Maria harus mendaftarkan diri sebagai penduduk, kemudian Bunda Maria melahirkan Yesus di Bethlehem dalam perjalanan tersebut.
Kembali kepada pertanyaan apa yang membuat Yesus memilih daerah sekitar Galilea sebagai daerah pelayanan dan pewartaan? Kemungkinan besar Yesus sudah melihat bahwa orang-orang sekitar Galilea ini adalah orang-orang yang pikirannya terbuka dan maju dalam pendidikan dan juga bisnis perikanan. Orang-orang yang berpikiran terbuka dan berani maju menanggung resiko semacam inilah yang dibutuhkan Yesus untuk menjadi murid-muridNya dan medan untuk menerima pewartaan baru.
Reaksi orang-orang-seperti termuat dalam Injil Markus 1: 22, dan Markus 1:27-menjadi sangat terpesona dan tersentuh hati mereka kepada pribadi Yesus yang mengajarkan pembaharuan sikap hidup menghadapi datangnya Kerajaan Allah. Sikap yang paling tepat untuk menanggapi perjumpaan dengan pribadi Yesus adalah bertobat yakni yang artinya percaya kepada Yesus.
Perayaan Ekaristi adalah perayaan dimana kita bisa berjumpa dengan Yesus. Sikap tersentuh hati kepada pribadi Yesus dalam perayaan Ekaristi perlu ditumbuhkan dalam hati kita. Perayaan Ekaristi merupakan perayaan iman kepercayaan kita, dimana kita bisa mengungkapkan pertobatan kita. Perayaan Ekaristi juga menopang kesehatan jiwa raga kita dan bahkan tidak sedikit orang yang mengalami penyembuhan atas penyakit-penyakit mereka karena tersentuh hati mereka kepada Yesus Kristus dalam Sakramen Ekaristi.