Impian orang tua

Impian orang tua

Matthew 20:20-22

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta.

Ibu ini tak pernah terlihat lagi di Gereja semenjak anaknya meninggal bunuh diri di Universitas California. Dia datang pada saya, menangis sampai kehabisan air mata. Sesenggukan. Kadang terisak tak ada suara. Saya hanya terdiam, menunggu dia meneruskan cerita sembari memberi sekotak tisu padanya.

Anak satu-satunya yang dia kasihi menjatuhkan diri dari lantai 8 gedung universitas di tengah-tengah ujian semester. Dulu dia begitu bangga punya anak bisa sekolah di tempat impian impian mahasiswa ingin berada. Namun dia tak menyadari kalau persaingan yang ketat membuat sang anak patah arang, tersiksa, dan tak tahan hidup dalam kompetisi setiap hari.

Ibu Yohanes dan Yakobus mengharapkan hal yang sama dari Yesus. Sebagai orang tua, dia meminta kedua anaknya kelak akan mendapat jabatan tinggi, punya status, dan dihormati banyak orang. Tentu orang tua akan ikut mendapat harum nama anaknya.

Namun sering orang tua tak menyadari bahwa mereka telah meletakkan beban yang berat di pundak anak-anaknya. Harapan yang tinggi, bila jatuh akan terasa menyakitkan. Para murid yang lain marah mendengar permintaan ibu kedua teman mereka. Bisa jadi mereka iri, karena sebenarnya mereka juga ingin apa yang diidamkan ibu Yohanes. Namun mereka tak berani mengatakan isi hati mereka.

Yesus mengajak mereka semua untuk memahami bahwa orang disanjung dan dihormati bukan pertama-tama karena jawabannya yang tinggi, dan berkedudukan. Seseorang dihormati karena kerelaan untuk melayani dan mengabdi dengan tulus iklas.

Berbahagialah anda yang rela menjadi pekerja Gereja, voluntir paroki, dan menjadi pengabdi sesama karena iklas untuk memberi diri. Upah kita besar di Surga.

One thought on “Impian orang tua

  1. Setuju sekali dengan renungan di atas. Kita sebagai orang tua hanya bisa memberikan petunjuk untuk anak-anak, karena mereka yang akan menjalankan kehidupan mereka. Yang penting mereka bisa balance antara karir dengan sosialisai di sekitarnya.
    Di samping itu, melayani dengan tulus ada rasa kepuasan batin yang betul-betul membuat hati kita bahagia. Seperti disapa oleh Roh Kudus.

Comments are closed.

Comments are closed.
Translate ยป