Cemburu yang indah

Cemburu yang indah

setiaJohn 2:15-17

Dia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”

Pernah anda merasa cemburu pada pasangan? Suami cemburu karena istrinya dekat dengan lelaki lain. Seorang cewek cemburu pada pacarnya karena sang pacar tak datang malam minggu, dan pergi dengan gadis lain. Hingga kadang cemburu yang tak terkendali berubuah menjadi kemarahan buta yang mengakibatkan orang kehilangan kendali, menyakiti pasangan bahkan sampai menghilangkan nyawa orang yang dicemburi. Tragis!

Kata “Cinta untuk rumahMu menghanguskan Aku” – dalam bahasa English sebenarnya bukan cinta tapi “Zeal”: yang berarti passion, energi yang besar untuk melakukan sesuatu, lebih dari sekedar cinta, ada faktor cemburu juga di dalamnya.

Ketika  Yesus mengusir para pedagang dari Bait Allah, Ia melakukan karena rasa cemburu Allah bahwa tempat untuk memuji dan menyembah dipakai untuk berdagang. Cemburu, cinta, dan passion Yesus terkendali, dia tidak melakukan kemarahan dengan buta dan tak terkontrol. Dalam kemarahan dan “Zeal”, Yesus masih bisa menahan marah ketika menghadapi pedagang burung dara, tapi dia membalik meja para penukar uang!

Rasa marah, cinta, dan cemburu yang terkontrol itu mengalir dari kasih dan pengampunan Allah. Syukurlah kalau orang masih punya rasa cemburu, berarti dia masih mencintai pasangannya. Hanya saja semoga cemburu kita menjadi cemburu Allah, cemburu yang indah karena terkontrol dan kerelaan untuk memperbaiki relasi karena kebesaran hati untuk mengampuni.

Comments are closed.
Translate »