Yesus Berjuang Demi Kebahagian Manusia

Yesus Berjuang Demi Kebahagian Manusia

Yes 47:1-9,12

Yoh 5:1-3a,5-16

Orang yang sudah 38 tahun sakit lumpuh disembuhkan oleh Yesus. Pada waktu Yesus menolong orang yang sakit bertepatan dengan hari Sabat. Yesus tetap menjalankan pelayanananNya. Namun orang-orang Yahudi justru menyalahkan Yesus hanya karena bertepatan dengan hari Sabat. Orang-orang Yahudi bertindak demikian karena tidak memakai hati, namun dikuasai oleh kebencian dan penolakkan pada Yesus.

Antara aturan yang dibuat manusia dan martabah luhur manusia mana yang lebih tinggi nilainya? Yesus menunjukkan sikapNya mengutamakan jiwa manusia daripada aturan-aturan. Yesus lebih mengutamakan menolong orang yang sudah menderita selama 38 tahun sekalipun hari itu adalah hari Sabat. Dibalik itu Tuhan Yesus menegaskan bahwa cinta kasih adalah sebagai hukum yang tertinggi.

Hukum dibuat bukan demi hukum tetapi demi menjaga agar martabat manusia dijaga dan dilindungi. Jika atas nama hukum namun suatu lembaga atau Negara menjatuhkan keputusan yang tidak adil dan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, maka penerapan hukum tersebut justru bertentangan dengan tujuan dari hukum itu dibuat.

Yesus ingin meluruskan kembali bahwa hukum/aturan dibuat agar manusia semakin hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan. Dan Yesus memberikan fondasi dari semua hukum dengan hukum Cinta Kasih. Dengan Kasih maka manusia dihantar pada kehidupan yang berkualitas dimana orang semakin hidup rukun dan damai dengan sesamanya dan semakin diberkati oleh Allah.

Tuhan yang Maha Kasih, kami bersyukur akan segala pengurbananMu untuk kami manusia yang lemah ini. Engkau datang untuk keselamatan dan kebahagiaan kami. Semoga kami mampu meneruskan perjuanganMu dalam menegakkan Cinta Kasih dalam masyarakat kami. Demi Kristus pengantara kami. Amin.

Comments are closed.
Translate ยป