Kecemasan

Kecemasan

Don-T-Worry-Be-Happy-Dont-Collections-wallpapers

2Kor 12:1-10

Mat 6:24-34

 

Dalam Injil hari ini Yesus memberikan anjuran praktis tentang bagaimana kita seharusnya hidup.

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak menumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu di surga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

Kadang-kadang perhatian dan hidup kita terkuras habis oleh kecemasan yang berlebihan terutama akan apa yang akan kita makan, minum, dan pakai. Kecemasan-kecemasan ini membawa serta banyak persoalan lain yang tidak pernah terjadi. Rasa cemas berlebihan membawa ketidakgembiraan, rasa sakit, ngeri, kebingungan, dll.

Kendati demikian, itu tidak berarti bahwa kita tidak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di atas. Yang ditekankan oleh Yesus adalah bahwa manusia itu lebih penting dari barang-barang. Kekayaan yang dimiliki lebih rendah dari martabat manusia. Barang adalah barang, manusia adalah manusia, ciptaan yang serupa dan segambar dengan Allah.

Yesus mau menekankan bahwa kecemasan berlebihan tidak membawa kegembiraan dan kebebasan karena jiwa manusia tertekan oleh banyak harapan yang tidak masuk akal. Dalam situasi ini kepercayaan akan Allah merosot dan menjadi keraguan. Akibatnya hilang kepecayaan dan sukacita yang jauh lebih berarti dalam hidup ini. Uang bukan solusi satu-satunya dalam hidup ini. Uang adalah uang, alat tukar menukar untuk memperlancar pertukaran ekonomis. Uang bukan Tuhan.

“Carilah lebih dulu Allah dan Kerajaan-Nya, dan segala sesuatu akan ditambahkan kepadamu,” demikian ajakan Yesus untuk kita hari ini. Jangan cemas, percayalah kepada Tuhan, sumber kegembiraan dan sukacita sehari-hari.

Comments are closed.
Translate »