Ular dan Merpati

Matthew 10:16-19
“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
Sejak awal Yesus sudah memperingatkan kita bahwa usaha membangun Kerajaan Allah di dunia tidaklah mudah. Ada banyak tantangan dan kesulitan. Bahkan sering kali “anak-anak dunia” lebih pintar dari “anak-anak terang”. Bacaan hari ini memakai ilustrasi Srigala dan domba, ular dan merpati.
Srigala adalah binatang buas, saat menyerang dia tak punya belas kasihan pada kurbannya. Bahkan bila berburu bersama sebagai kawanan, komunitas srigala bisa mengalahkan hewan yang lebih besar dari mereka. Di saat menyerang mangsa, mereka akan membuat keributan dan mengeluarkan suara khas srigala.
Domba adalah binangan yang berkelompok. Mereka tak terbiasa hidup sendirian. Apabila seekor domba diserang, dia hanya bisa lari untuk melepaskan diri. Kitab Suci melambangkan domba sebagai hewan kurban bakaran.
Ular juga binatang pemangsa. Dia membunuh kurbannya dengan diam-diam, memlilit tubuh musuh sampai remuk lalu dimakan. Saat memburu kurban, ular tak seperti Srigala yang meraung-raung. Dia digambarkan sebagai binatang yang cerdik dalam kisah Adam-Hawa. Bahkan ular bisa memperdaya manusia untuk menuruti kehendaknya.
Merpati adalah hewan yang tak berbahaya, bukan predator, tapi pemakan biji-bijian. Dia biasa hidup berkelompok. Dalam Kitab Suci, merpati menjadi lambang Roh Allah yang turun dalam diri Yesus saat pembaptisan. Ia menjadi lambang kebijaksanaan.
Dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidup di dunia, orang Kristiani diajak menjadi cerdik seperti Ular, jangan seperti srigala yang tak memiliki belas kasihan pada kurban. Mereka harus tulus pula seperti merpati, tidak mencari keuntungan diri dan memiliki motivasi yang baik dalam hidup.