Jangan kamu menyangka
Mat 10:34-11:1
“Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.” Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
Beberapa Waktu yang lalu ada berita yang mengejutkan oleh sebagian masyarakat Indonesia berkaitan dengan kepindahan keyakinan Lukman Sardi dari Islam ke Kristen. Banyak orang yang menghujat, mencela, dan kecewa dengan keputusannya untuk berpindah keyakinan. Dalam pengakuan Luman, orangnya juga ikut kecewa dangan keputusan pribadi Lukman.
Dalam bacaan injil hari ini, Yesus membuat sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan, “Jangan menyangka bahwa Aku datang untuk membawa di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang”. Membaca pernyataan Yesus ini tentunya timbul pertanyaan dalam hati kita masing-masing bukan kah Yesus sesungguhnya harus datang membawa perdamaian, sukacita dan ketentraman? Kenapa Yesus datang membawa pedang? Pedang adalah simbol konflik, tantangan, pertentangan. Pada waktu Yesus dipersembahkan di Bait Allah, Simeon telah meramalkan bahwa Yesus akan menjadi pertentangan bagi banyak orang.
Dalam bacaan injil Yesus mengingatkan murid-muridnya bahwa mereka dan para pengikut-Nya akan menghadapi tantangan bahkan perpecahan ketika mereka hidup sesuai ajaran Yesus. Ketika mengikuti Yesus, kita harus siap untuk ditolak, dibenci bahkan bisa diusir dari lingkungan keluarga, kelompok atau orang-orang terdekat
kita. Orang tua bisa kecewa dengan anaknya, keluarga bisa terbagi-bagi bahkan perpecahan bisa terjadi lebih luas.
Sebagai pengikut Yesus, kalau kita mengalami hal ini, lihatlah Yesus sendiri. Dia sendiri dalam hidupnya telah menjadi pusat kontroversi. Dia mempunyai banyak pengikut tetapi sekaligus mempunyai banyak musuh.
Kalau melihat perjalanan kita sebagai orang kristiani, kita sadar bahwa hidup kita selalu ada dalam pertentangan. Begitu banyak martir yang rela mati demi mengikuti Yesus. rela mempertaruhkan nyawanya demi memberikan keasaksian akan kebenaran.
Jaman kita saat ini untuk hidup dalan nilai-nilai Kristiani bukanlah perkara yang mudah. Tawaran dunia yang begitu menggiurkan membuat kita harus bertekun extra agar kita tidak terjebak didalamnya. Disisi lain ketika kita memperjuangkan kebenaran dan keadilan, dan kebebasan beriman, kita dihadapkan pada sebuah pertentangan dan tantangan yang tidak mudah. Walau demikian, hari ini kita diingatkan dan di kuatkan oleh Yesus sendiri bahwa kita tidak sendirian. Kita terus diingatkan dalam situasi apapun kita tetap dipanggil untuk menjadi saksi setia bagi Yesus dalam hidup sehari-hari.