Pilih: Kuk Yesus atau Kuk sendiri
Kamis, 16 Juli 2015:
Kel. 3:13-20;
Mat. 11:28-30.
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”
Yesus berkata: Pikulah kuk yang kupasang dan belajarlah daripadaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Ini adalah sebuah tawaran dari Yesus yang sangat tepat buat hidup kita jaman ini dimana hari-hari kita selalu disibukan dengan berbagai hal dan hampir tidak mempunyai waktu untuk diri kita sendiri dan keluarga, dan terutama buat kita yang tidak menemukan kedamaian dalam hati dan pikiran kita.
Tawaran Yesus in sangat sederhana sebenarnya akan tetapi manusia modern selalu bertanya: apakah sangat saya butuhkan? Seperti apa kuk Yesus itu buat saya? Yesus mengatakan Kuk yang Dia pasang itu enak dan beban-Ku pn ringan. Kuk Yesus tidak lain adalah Kasih/Cinta: cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, pikiran dan tenagamu dan sesamamu seperti dirimu sendiri.; mengikuti sepuluh perinah Allah. Yesus mengajak kita untuk memakai dan mengenakan kuk-Nya karena Dia menghendaki agar kita hidup bahagia dengan dalam naungan kasihnya. Dia menghendaki agar kuk-Nya membuat hidup kita lebih baik dan membawa orang lain juga mengalami hal yang sama.
Yesus mengajak kita untuk memikul kuk-Nya sebenarnya juga Dia menghendaki agar kita selalu berjalan bersama-Nya, belajar dari padaNya; Yesus menawarkan kepada kita agar kita membagikan beban kita dengan-Nya; bersama Yesus kita men-sharing-kan tugas yang Dia percayakan kepada kita. Dengan kata lain, Dia adalah partner kita, satu team dengan kita, teman kita dalam suka dan duka hidup kita.
Dalam hidup harian kita, kita mempunyai bermacam-macam kuk dan beban sendiri seperti: cemas, takut, kecewa, kesulitan dalam berelasi, sakit dan penyakit, kehilangan orang yang kita cintai dan sebagainya. Yesus secara personal tahu beban hidup kita, Dia sangat tahu pergumulan kita dan frustrasi dalam hidup kita. Dia mengerti beban yang selalu kita pikul dibahu kita. Dan Dia mau meringankan beban kita itu. Dia mau membantu kita untuk menghadapinya bersama. Hanya dengan cinta Yesus meringankan beban kita dan lewat kita meringankan beban orang lain. Dengan cinta Yesus memampukan kita untuk meringankan beban kita sendiri karena sebagian beban hidup kita berasal dari diri kita sendiri. Dia selalu meyakin kita bahwa tidak ada beban yang berat ketika kita hadapi dengan cinta dan dalam cinta. Tidak ada beban yang yang tidak dapat dipikul apabila kita pikul bersama Dia. Sekarang tinggal kita membuat keputusan sendiri: mau memikul kuk Yesus dan bersama Yesus agar hidup kita lebih enteng, ringan dan bahagia atau memikul kuk kita sendiri dan tidak mengijinkan Yesus membantu kita?
One thought on “Pilih: Kuk Yesus atau Kuk sendiri”
Frater, menarik sekali renungan ini. Pas dgn situasi yg sdg saya alami. Saya sdg memikul beban batin. Saya rasa beban itu krn salah saya sendiri.
Mohon petunjuk, bgmn memikul beban itu dgn cinta dan dlm cinta?
Beban batin saya yaitu: pesimisme, prasangka jelek, emosional, tdk percaya diri.
Bgmb beban itu saya pikul dlm cinta dan dgn cinta sehingga beban itu terasa ringan ?
Comments are closed.