Hati yang membatu

Hati yang membatu

Awan-670x270

Bacaaan Matius 19:3-13

Kasus perceraian yang sering terjadi pada jaman Yesus, membuat orang Farisi bertanya padaNya. Bolehkan mencerikan istri? Yesus menjawab bahwa pada awalnya kesatuan suami-istri bersifat permanen, tak terceraikan. Namun “Karena ketegaran hatimulah, Musa mengijinkan kamu menceraikan istri!” Yesus menekankan kata “ketegaran hati” manusia yang membuat aturan sendiri berbeda dengan maksuda awal ikatan suami-istri dalam Kitab Suci.

Hati yang tegar sama dengan hati yang membatu. Penyakit sklerosis: daging yang mengeras menjadi batu! Hati yang lunak bisa mengeras karena kejahatan dan dosa yang terus dilakukan, pengalaman penolakan terus menerus, sakit hati berkepanjangan, kesedihan yang kejam, serta pengkianatan tak terperikan. Semua itu menjadikan hati manusia tertutup dan tak lagi bisa lunak.

Siapakah yang bisa melunakkan hati yang membatu? Kita sendiri tak bisa membuat hati yang membatu menjadi lunak kembali. Nabi Yezekiel berkata, “Tuhan Allah yang mengubah hati keras membatu menjadi lembut laksana salju.” Mengubah hati yang membatu harus dijalankan bersama rahmat Roh Kudus yang punya daya perubah. Mintalah pada Roh Kudus agar dimampukan mengubah hati yang mengeras menjadi lembut, mendengar lagi suara kebaikan bukan kejahatan, kegembirana bukan kesedihan, dan pengampunan bukan balas dendam.

Comments are closed.
Translate ยป