SIAP MENJADI PELAYAN
Peringatan wajib SP Maria, Ratu
Rut 2:1-3,8-11.4:13-17
Mat 23:1-12
Yesus mendorong para muridNya untuk memiliki sikap yang sangat penting untuk bisa menerima kedamaian dan kebahagiaan kekal, yaitu “kerendahan hati”. Yesus mengambil contoh orang-orang Farisi, sekalipun mereka rajin berdoa ditempat-tempat umum dan dengan ketat menjalankan aturan-aturan agama namun tidak memiliki kerendahan hati maka semua yang dilakukan tersebut tidak berarti apa-apa, tidak memuliakan Allah, namun hanya untuk mencari nama atau penghormatan dari orang lain.
Sikap “rendah hati” dengan demikian menjadi media/alas dimana iman ditumbuhkan dan akhirnya berbuah dalam banyak perbuatan kasih. Dari sana orang akan memiliki keberanian untuk mengosongkan dirinya untuk bisa melayani dan berbagi suka cita bagi orang-orang yang menderita dan miskin. Dengan demikian kerendah hati bukan berarti orang yang tidak percaya diri atau minder, namun ia adalah pribadi yang berani mengambil sikap sebagai “hamba”.
Ketika seseorang mampu menempatkan diri sebagai “hamba” orang tidak akan menuntut, mudah menghargai orang lain, tidak bersikap sombong, tidak merasa diri hebat, tidak merasa diri paling benar dan menanggap orang lain lebih rendah. Sikap seperti inilah yang diperlukan bagi siapa saja yang menjadi murid Kristus, sabab Dia datang ke dunia bukan untuk dilayani namun untuk melayani.
Sudah selayaknya kita sebagai murid-murid Kristus juga berusaha untuk siap selalu melayani Tuhan dengan setia, menegakkan kebenaran dan memperhatikan orang-orang yang menderita, sakit dan berkekurangan.
Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah hadir dan menunjukkan betapa kami sangat berharga, karena Engkau telah mencintai kami orang yang berdosa ini. Semoga kami selalu sadar akan semua pengurbanan yang telah Engkau berikan kepada kami, agar kami pun tergerak untuk selalu hidup dalam cinta kasih dan siap melayani kepada semua yang membutuhkan pertolongan. Demi Kritus, Tuhan dan penyelamat kami. Amin.
One thought on “SIAP MENJADI PELAYAN”
Sikap menjadi Pelayan dalam renungan Romo sungguh menarik, ajaran Yesus ini kepada para muridnya, semestinya berlaku juga bagi kita yang juga menganggap diri sebagai murid KRISTUS, sayang banyak diantara kita terutama yang sedang memangku jabatan, entah di Pemerintahan atau bahkan di Komunitas yang hanya dijabat untuk hanya 2 atau 3 tahun merasa menjadi orang terhormat. Misalnya untuk bertemu harus bikin janji dulu, kalau diundang disuatu pertemuan maunya duduk didepan sbg orang terhormat, minta disapa dulu baru balas menyapa dsbnya. Sungguh membuat muak orang lain tanpa disadarinya. Ketika diminta tolong harus memohon mohon itulah bagaikan orang Parisi. Hari ini saya dikejutkan oleh seorang Pejabat dari Konsuler Jendral RI, yang mau duduk bersama para anhgota Koor(ikut menyanyi) dan mengatakan bahwa semua pejabat Kon Jen RI siap melayani siapa saja tanpa kecuali. Dan lebih bangga lagi nahwa Ia adalah seorang Katholik yang sungguh sejati dan boleh menjadi contoh bagi yang lain.
Comments are closed.