MENJAGA HATI

MENJAGA HATI

 

St. ludovikus, St Yosef dari Calasanz

1Tes 2:1-8

Mat 23:23-26

Yesus mengetahui apa yang ada di dalam hati orang Farisi. Sekalipun mereka sangat ketat dalam menegakkan aturan-aturan hukum Taurat, namun hati mereka berbeda jauh dari apa yang mereka kerjakan. Akhirnya semua yang dilakukan menjadi sesuatu yang formalitas dan kemunafikan karena hati mereka tetap keras, tidak peduli, suka merendahkan orang lain, sombong dan jahat.

Orang Farisi lebih sibuk mengurusi hal-hal diluar dirinya yang menyangkut aturan-aturan yang dilaksanakan tanpa melibatkan hati nurani. Padahal yang terpenting adalah keadilan dan belas kasih, namun hal itu mereka abaikan. Yesus mangajak para muridNya agar menjauhi sikap dan praktek hidup yang demikian. Oleh karena itu, pertama-tama yang perlu ditata adalah “hati”. Jika hati bersih, tulus dan penuh kasih, maka apa yang dikerjakan semua akan baik dan mendatangkan damai sejahtera. Sebaliknya jika hatinya jahat maka apa yang dipikirkan dan yang dilakukan adalah kejahatan-kejahatan.

Yesus mendorong para muridNya pertama-tama mengutamakan “Hidup dalam Kasih”. Hal itu sangat jelas dan simple. Persoalannya ; sesuatu yang SIMPLE tersebut menjadi rumit karena manusia dikuasai oleh ambisi, kesembongan dan kejahatan.

Allah yang Maha Kasih, kami bersyukur atas segala yang kasih karunia Mu. Anugerahkan sikap ketulusan hati agar kami tidak jauh dari sikap munafik. Kami percaya bahwa hanya dalam kuasaMu kami bisa hidup dengan kasih dan siap menegakkan keadilan dan kebenaran. Demi Kristus, Tuhan dan penyelamat kami. Amin.

Comments are closed.
Translate »